Sabtu, 23 Januari 2010 12:03 WIB Ekonomi Share :

Harga beras melambung


Jakarta-
-Harga beras melambung tinggi dengan kenaikan mencapai 25%. harga beras yang tadinya sekitar Rp 4.500-5.000 per liter, kini bisa mencapai Rp 6.500 per liter. Bahkan, untuk beras merek Ramos yang tadinya Rp 5.000 naik menjadi Rp 7.500 per liter.

“Naiknya jauh banget ya,” keluh Nina, salah seorang pedagang beras di Pasar Rawamangun, Jakarta, Sabtu (23/1).

Begitu juga dengan harga tepung dan gula. Nina menyatakan harga tepung-tepungan mengalami kenaikan Rp 800 per bungkus. Telur pun juga naik dari kisaran Rp 12.000-12.500 menjadi Rp 13.000 per kilo.

Namun, prediksi kenaikan harga komoditas tidak berlaku pada minyak goreng (migor). Migor yang diperkirakan naik ternyata hampir seminggu ini, harganya malahan turun dari Rp 10.000 menjadi Rp 9.500 per liter. Menurut Ismail yang berjualan minyak goreng di pasar Rawamangun ini, saat ini, harga migor memang sulit diprediksi, tetapi dalam beberapa hari ini harga migor mengalami penurunan.

“Harga minyak turun sedikit tetapi belum stabil. Kayaknya demo-demo itu tidak berpengaruh ke harga barang. Mungkin dulu iya, tetapi sekarang enggak,” ujar Ismail.

Menurut Ismail, walaupun ada beberapa harga komoditas yang tidak stabil tetapi ada juga komoditas yang harganya tidak mengalami kenaikan. Seperti gula, margarin, garam, dan susu.

Untuk gula, harga masih berkisar di antara Rp 11.000-12.000 per kilo. Margarin masih memiliki range harga pada Rp 10.000-18.000 per kilo, tergantung jenis margarin. Garam masih pada kisaran Rp 1.000 per bungkus. Begitu juga susu yang masih di harga Rp 8.000 per kaleng untuk susu kental manis.

Harga ayam juga stabil di kisaran Rp17.500-30.000 ribu per ekor. Lain halnya dengan ayam, harga daging sapi justru turun dari Rp 62.000-63.00 per kilo menjadi Rp 60.000 per kilo. Menurut pedagang daging di pasar ini, Andi, semenjak tidak adanya lagi hari raya, penjualan daging menurun.

“Sudah harganya turun, masih juga jarang yang beli,” keluh Andi

Rupanya tidak hanya beras yang naik.Harga cabe merah pun ikut naik. Menurut Rivo, salah seorang pedagang cabe, harga cabe merah naik mencapai 50%. Sebelumnya, harga cabe Rp 16.000, tetapi akhir-akhir ini naik menjadi Rp 24.000.

Ada yang naik pasti ada juga yang turun. Walaupun penurunnya tidak sebanding dengan kenaikan harga cabe, harga bawang merah mengalami penurunan dari Rp 12.000 menjadi Rp 10.000 per kilo. Sedangkan, harga bawang putih stabil di angka Rp 16.000 per kilo.

Ibu Kasno, salah seorang pembeli di Pasar Rawamangun ini, menyatakan kenaikan beberapa harga komoditas belum berpengaruh dalam masyarakat.

“Harga masih biasa saja walaupun beras memang naik,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah akui adanya kenaikan pada beberapa komoditas pangan. Untuk harga gula pasir minggu kedua Januari 2010 yang sebesar Rp 10.739, kenaikannya sampai 60,84% dari harga rata-rata Januari 2009.

“Gula pasir dalam 3 bulan terakhir stabil karena perbandingannya dibanding sekarang dan Desember naik 12,87%. Jadi 3 bulan terakhir relatif stabil. Namun, kenaikannya tinggi kalau dibaningkan Januari 2009,” ujar Wakil Menteri Pertanian yang sekaligus menjabat Deputi Bidang Pertanian dan Kelautan Kementerian Koordinator Perekonomian Bayu Krisnamurthi saat konferensi pers di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Harga minggu kedua Januari 2010 beras umum juga naik 12,36% dari rata-rata harga Januari 2009 menjadi Rp 7.409, beras termurah pun meningkat 11,19% menjadi Rp 6000. Minyak goreng curah khusus DKI naik 17,89 dari rata-rata harga Januari 2009 menjadi Rp 9.441, Minyak Goreng Umum naik 5,91% menjadi Rp 10.350, tepung terigu juga naik 0,36% menjadi Rp 7.606.

Yang mengalami penurunan hanya minyak goreng kemasan yang turun 2,18% dari harga rata-rata Januari 2009 menjadi Rp 11.231.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…