Sabtu, 23 Januari 2010 14:48 WIB Internasional Share :

Diduga diculik, 15 Anak di Haiti hilang dari RS

Port-au-Prince--Gempa dahsyat di Haiti telah menimbulkan tragedi kemanusiaan. Bahkan kini, anak-anak pun telah menghilang dari sejumlah rumah sakit (RS) di Haiti.

Menurut UNICEF, badan anak untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 15 anak telah menghilang dari rumah sakit. Mereka dikhawatirkan telah diculik sindikat perdagangan anak.

Sejak gempa mengguncang negara miskin Karibia itu, sejumlah anak yang menjadi yatim-piatu, telah dikirimkan ke Eropa untuk diadopsi. Namun beberapa anak lainnya bernasib lebih pahit.

“Kami telah mendokumentasikan, bisa dibilang sekitar 15 kasus anak-anak yang menghilang dari rumah sakit dan tidak sedang bersama keluarga mereka saat itu,” kata penasihat UNICEF Jean Luc Legrand seperti dilansir News.com.au, Sabtu (23/1).

“UNICEF telah bekerja di Haiti selama bertahun-tahun, dan kami tahu masalah perdagangan anak di Haiti yang ada sebelumnya. Dan sayangnya, banyak dari jaringan perdagangan ini punya hubungan dengan ‘pasar’ adopsi internasional,” kata Legrand.

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti pekan lalu diperkirakan telah menewaskan lebih dari 200 ribu orang. Gempa ini disebut-sebut sebagai yang paling dahsyat dalam sejarah di wilayah itu.

Ratusan ribu orang lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka. Bahkan hampir setengah juta jiwa penduduk Haiti kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…