Sabtu, 23 Januari 2010 17:34 WIB News Share :

Bonek diminta tak anarkis

Surabaya– Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono meminta bonekmania (suporter Persebaya) untuk tidak membuat keributan saat Persebaya bertanding melawan Persib Bandung di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada Sabtu ini.

“Kalah menang atau kalah dalam pertandingan diharapkan bisa diterima dengan legawa, baik oleh suporter yang terkoordinir atau yang tidak,” kata Bambang di Surabaya, Sabtu (23/1).

Untuk itu, kata dia, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak di Surabaya seperti halnya pihak kepolisian dan PT KAI, guna memastikan kereta api yang ditumpangi suporter tidak berhenti di setiap stasiun.

Koordinasi itu terus dilakukan untuk menghindari ulah negatif atau kerusuhan dari bonekmania kembali ke Surabaya usai mendukung Persebaya melawan Persib Bandung.

Selain itu, kata dia, koordinasi tersebut dilakukan langsung dengan koordinator suporter yang sudah dari awal diminta untuk tidak membuat rusuh di kota lain.

Dengan upaya itu, Bambang D.H. yang juga pernah menjadi koordinator suporter Persebaya ini, bisa diterapkan para korodinator lain yang sekarang ini berada di Bandung.

“Kami berharap para suporter bisa kembali ke Surabaya dengan aman, tanpa mengganggu penumpang kereta api maupun masyarakat lain,” katanya menegaskan.

Sebelumnya, petugas gabungan dari Stasiun Madiun, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan TNI, Jumat (22/1), menertibkan ribuan penumpang gelap Kereta Api (KA) kelas Ekonomi “Pasundan” jurusan Surabaya-Bandung yang merupakan bonekmania, di Stasiun Madiun.

“Jumlah mereka mencapai ribuan dan membuat KA Pasundan penuh sesak. Tidak sedikit calon penumpang umum yang urung naik kereta karena takut. Para bonekmania juga naik ke atas gerbong dan lokomotif yang sangat membahayakan,” kata Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VII Madiun, Hariyono Wirotomo.

Ribuan suporter Pesebaya itu akhirnya ditertibkan petugas gabungan, supaya tidak membahayakan keselamatan jiwa mereka. Namun penertiban tampaknya tidak maksimal, karena jumlah petugas tidak sebanding dengan jumlah suporter Persebaya yang mencapai ribuan orang.

Akibat kejadian itu, pihaknya belum dapat memastikan jumlah pasti kerugian yang diderita karena banyak calon penumpang yang batal untuk naik kereta, namun diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam sekali pertandingan di luar daerah yang melibatkan bonekmania dalam jumlah besar dan kereta api sebagai sarana angkut, PT KAI selalu merugi hingga ratusan juta rupiah, bahkan sedikitnya Rp15 juta untuk biaya penggantian kaca per satu gerbong.

ant/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…