Jumat, 22 Januari 2010 13:16 WIB News Share :

Soal broker CPNS, pelaku ngaku mantan tim pemenangan Pemilu Bibit-Rustri

Semarang– Mantan staf khusus Gubernur Jawa Tengah, Umar Danu membantah terlibat dalam kasus makelar calon pegawai negeri sipil, sebagaimana dilaporkan Lembaga Pemantau Penyelenggaran Negara Republik Indonesia.

Menurut Umar, di Semarang, Jumat, kasus ini merupakan tindakan orang-orang tidak bertanggung jawab, yang mengaku pernah menjadi anggota tim pemenangan pasangan Gubernur Bibit Waluyo dan Wakil Gubernur Rustriningsih saat pemilihan kepala daerah tahun 2008 lalu.

Ia menjelaskan, Hartono dan Hardi, dua pelaku yang menjanjikan para korban untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil, merupakan tim pemenangan pasangan Bibit-Rustriningsih untuk wilayah Solo.

“Namun, nama keduanya tidak ada dalam daftar resmi tim pemenangan untuk wilayah provinsi ini,” kata mantan koordinator tim pemenangan pasangan Bibit-Rustriningsih wilayah Jawa Tengah.

Bahkan, Umar mengaku baru dua kali bertemu dengan Hartono dan Hardi. “Itupun hanya sebatas perkenalan untuk urusan pemilihan gubernur,” tambahnya.

Ia menyambut baik upaya para korban yang melaporkan kasus ini ke Kepolisian Kota Besar Surakarta, sesuai dengan domisili Hartono dan Hardi.

Menurut dia, jika kedua orang tersebut sudah dimintai keterangan, maka persoalan ini akan menjadi jelas.

Umar menegaskan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah makelar penerimaan calon pegawai negeri sipil di Jawa Tengah.

Ia juga menyatakan siap dimintai keterangan pihak kepolisian jika diperlukan.

Sebelumnya, Lembaga Pemantau Penyelenggaran Negara Republik Indonesia menerima laporan makelar seleksi calon pegawai negeri sipil yang disampaikan oleh enam pelamar.

Dalam praktik makelar seleksi calon pegawai ini, para pelamar yang menjadi korban juga sempat menyetorkan sejumlah uang yang besarnya bervariasi.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…