Jumat, 22 Januari 2010 23:20 WIB Pendidikan Share :

RSBI akan dihapus, Disdikpora bentuk tim khusus

Solo (Espos)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo akan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi dan menindaklanjuti rencana kebijakan Walikota Solo terkait penghapusan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan pengadaan LKS.

Sebelumnya Walikota Solo merencanakan untuk menghapus RSBI lantaran sistem pendidikan tersebut belum tepat diterapkan di Kota Solo.

Selain itu, pada saat audiensi dengan masyarakat perduli pendidikan di Kota Solo Jokowi menyepakati penghapusan lember kerja siswa (LKS). Namun demikian, jika pengayakan soal itu dibutuhkan maka LKS disusun oleh guru atau MGMP.

Terkait hal tersebut, Kepala Disdikpora Solo, Rakhmat Sutomo enggan berkomentar lebih lanjut. Menurutnya, hal tersebut harus dievaluasi berdasarkan kebutuhan siswa.

Dia mengatakan akan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi hal tersebut mengingat kebijakan RSBI merupakan wewenang dari pemerintah Pusat.

Keberadaan RSBI di Kota Solo masih menjadi bahan evaluasi pemerintah Kota Solo, namun demikian beberapa sekolah telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Nasional untuk menyelenggarakan RSBI. Karena sekolah tersebut dinilai memenuhi kriteria sarana prasarana, kurikulum dan sumber daya manusia (SDM).

Menurut Wakil Kepala SMPN 4 Solo, Didik Setiadi, pada tahun 2008 pihaknya telah ditunjuk untuk menyelenggarakan RSBI khusus untuk dua lokal. Kemudian hasil evaluasi pembelajaran oleh pemerintah, sambung dia, pihaknya dipercaya untuk menambah dua lokal kelas pada tahun 2009. “Itu sudah ditunjuk dari Pusat sehingga secara optimal kami melaksanakannya,” papar dia.

Dia menambahkan, pada tahun ini SMPN 4 berencana untuk meningkatkan empat kelas RSBI menjadi sembilan kelas terkait dengan rencana tersebut pihak sekolah akan melakukan pembahasan lebih lanjut.

Menurutnya, meskipun telah ditunjuk dari pemerintah pusat tetapi hal tersebut ditentukan oleh pemerintah kota dalam hal ini Disdikpora. “Proposal untuk mengajukan penambahan kelas RSBI belum kami sampaikan dinas, akan ada rapat mengenai pembahasan dulu di tingkat kota atau provinsi,” jelas dia.

das

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…