Jumat, 22 Januari 2010 12:44 WIB News Share :

Pelabuhan tikus rawan masuknya Narkoba


Karimun–
Kepala Polres Karimun, Provinsi Kepri, AKBP Imam Santoso mengatakan pelabuhan tikus merupakan ancaman terhadap masuknya narkoba dari luar negeri.

“Pelabuhan-pelabuhan tikus rawan penyelundupan narkoba dari luar negeri,” katanya, di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Imam mengatakan, ketiadaan petugas pengawasan seperti pada pelabuhan resmi membuka ruang bagi sindikat narkoba memuluskan aksi.

“Namun, kami akan berupaya mempersempit ruang gerak peredaran narkoba,” katanya.

Salah satunya, lanjut dia, dengan meningkatkan operasi intelijen dalam memantau pelabuhan tikus tersebut.

“Kami juga terus meningkatkan kerja sama dengan instansi terkait lainnya,” katanya.

Dia menyebutkan, kemasan narkoba yang relatif kecil dan mudah dibawa, memperbesar peluang masuknya barang haram itu melalui pelabuhan ilegal tersebut.

“Untuk pelabuhan resmi sudah ada petugas lintas instansi yang mengawasi, sedangkan pelabuhan tikus merupakan tugas kita bersama, termasuk masyarakat dalam memberikan informasi,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun, jumlah pelabuhan tikus serta pelabuhan rakyat di kabupaten itu mencapai 200 buah.

Umumnya, pelabuhan tersebut berada di belakang rumah toko yang berjejer di pesisir Pulau Karimun Besar maupun pulau lainnya.

Sebagai kabupaten yang terdiri dari ratusan pulau, Karimun merupakan kota pelabuhan yang memiliki akses perdagangan dengan negara tetangga.

ant/isw

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…