Jumat, 22 Januari 2010 17:43 WIB News Share :

Nasabah BNI di Semarang nyaris jadi korban sindikat ATM

Semarang (Espos)--Seorang nasabah BNI Semarang, nyaris menjadi korban penipuan kawanan sindikat yang beroperasi di tempat mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Kejadian bermula ketika nasabah BNI bernama Danti, warga Mugas Dalam, Kota Semarang sekitar pukul 09.00 WIB menarik uang di ATM bersama kompleks Java Super Mall, Kota Semarang, Jumat (22/1).

Setelah ia melakukan transaksi, kartu ATM ternyata tak bisa ke luar seperti biasanya. “Uang dan struknya ke luar, tapi kartu ATM saya tak ke luar,” jelasnya kepada wartawan.

Guna mengeluarkan kartunya, Danti kemudian mencoba menghubungi nomor telepon tertera di stiker yang menempel di mesin ATM tersebut yakni (024) 70976999.

Telepon diterima seseorang bersuara lelaki, serta menuntun cara mengeluarkan kartu ATM yakni dengan meminta memasukan tiga nomor serta nomor pin.

Semula korban menuruti permintaan lelaki tersebut, namun ketika hendak memasukkan nomor pin dia menyadari ada yang tak beres dan langsung memutus hubungan.

“Saya tersadar masak harus masukan nomor pin. Saya langsung memutuskan hubungan telepon,” katanya.

Danti kemudian melaporkan kepada petugas satuan pengaman (Satpam) BNI kantor cabang pembantu di Jl MT Haryono yang tak jauh dari Jawa Super Mall.

Satpam bernama Y Lalang selanjutnya meminta agar Danti membuat laporan resmi tentang kartu ATM-nya yang tertelan. Satpam juga mengelupas stiker tersebut serta melaporkan kepada aparat kepolisian.

Menurut Lalang, stiker bertuliskan nomor telepon yang terpasang di mesin ATM BNI Java Super Mall bukan resmi dari BNI, karena tidak pernah memasang.

“Setiap hari kami selalu melakukan pengecekan ATM di Java Super Mall tak pernah ada stiker nomor telepon tersebut,” ujar dia.

Dia menambahkan pada pengecekan Rabu malam juga belum ada stiker tersebut. “Diperkirakan stiker iniĀ  dipasang pelaku pada Kamis dini hari,” kata Lalang.

oto

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…