Jumat, 22 Januari 2010 14:13 WIB Hukum Share :

Jumlah korban ulah Bonek di Solo jadi 6 Orang

Solo (Espos)–Jumlah korban luka akibat aksi lempar batu antara Bonek yang menumpang KA Pasundan dari Stasiun Palur hingga Purwosari dengan warga bertambah. Sebelumnya, empat orang terluka akibat kejadian tersebut. Salah satu korban terluka, fotografer Antara Hasan Syakri.

Informasi yang dihimpun Espos di lokasi kejadian, Jumat, keenam korban terluka itu, Hasan Syakri, mengalami luka sobek di bagian kepala. Hasan menderita luka saat mengabadikan peristiwa tersebut di Stasiun Purwosari. Hasan kini menjalani perawatan di RS Pantiwaluyo. Selain itu, Hanif Supriyanto, warga Sidowarno, Klaten. Hanif mengalami luka saat berada di Stasiun Purwosari. Hanif menderita luka sobek dibagian dahi.

Sementara, korban lainnya, yakni Agung Kustanto, pedagang asongan. Agung menderita luka dibagian bawah mata, saat berada di Stasiun Jebres. Kemudian, Briptu Marsito, anggota Brimob BS Surakarta. Briptu Marsito masih menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi Solo.

Sedang, dari pihak Bonek, Abdul Mukhid, 31, warga Sidolawang, Surabaya mengalami luka. Selain terjatuh dari kereta, Mukhid juga sempat menjadi bulan-bulanan warga setempat. Bahkan, kaos yang dikenakannya dibakar oleh massa. Sedang, korban terakhir yakni Khayat, 35, warga Sampang, Madura. Khayat masih menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi Solo.

Aksi lempar batu itu terjadi saat ratusan bonek asal Surabaya menumpang sembilan gerbong KA Pasundan jurusan Surabaya-Bandung. Saat berada di Stasiun Palur bonek itu saling serang dengan warga yang berada di sepanjang jalur KA dari Palur hingga Purwosari.

dni

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…