Jumat, 22 Januari 2010 13:20 WIB Internasional Share :

Gempa Haiti, tiap hari 50 Orang diamputasi


Port-au-Prince–
Gempa dahsyat yang meluluh-lantakkan Haiti pekan lalu telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang mengerikan. Selain jumlah korban jiwa yang sangat besar, banyak pula warga Haiti yang selamat namun harus rela kehilangan salah satu atau lebih anggota tubuh mereka.

Sudah tak terhitung lagi amputasi yang terpaksa dilakukan para dokter untuk menyelamatkan korban dengan luka-luka serius.

Menurut Daniel Rincon, dokter asal Colombia yang bekerja untuk Palang Merah, para dokter bedah setiap hari melakukan rata-rata sekitar 50 amputasi.

“Mungkin 300 orang telah kehilangan satu atau kedua kaki atau beberapa bagian tubuh mereka. Dokter-dokter bedah kami bekerja 24 jam sehari,” tutur Rincon seperti dilansir harian Telegraph, Jumat (22/1).

Sekitar 200 ribu orang diperkirakan tewas akibat gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Haiti pada 12 Januari lalu. Bahkan korban jiwa akan terus bertambah karena banyak korban luka yang belum diobati. Para dokter menghadapi masalah kekurangan pasokan obat-obatan dan peralatan medis modern.

“Kami melakukan 30 operasi pada Selasa lalu. Dalam enam hari sebelumnya kami telah menangani lebih dari 1.000 warga Haiti,” kata Thierry Allafort Duverger, dokter Prancis yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan terkemuka Prancis, Medecins Sans Frontieres.

Saat ini puluhan ribu warga Haiti masih dirawat karena mengalami luka serius di rumah sakit-rumah sakit darurat di Port-au-Prince, ibukota Haiti.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…