Jumat, 22 Januari 2010 18:23 WIB Solo Share :

Fotografer Antara jadi korban Bonek

Solo (Espos)–salah satu Jurnalis Fotographer dari kantor berita Nasional Antara di Solo menjadi korban dari ulah para suporter Bondho nekat (Bonek).

Hasan Sakri Ghozali, 24, warga Kerso I RT 3/RW IV Kersoharjo, Genang, Ngawi tersebut menjadi korban pengkeroyokan saat dirinya hendak mengabadikan gambar ulah para suporter tersebut di stasiun Purwosari.

Menurut Hasan saat ditemui wartawan di RS Panti Waluyo, dirinya mengaku menjadi korban pengeroyokan para Bonek.

“Saya lagi motret terus dikejar, kemudian terjatuh. Helm saya dirampas kemudian saya dikeroyok dan dipukuli dengan batu. Saya akhirnya pasrah dan fokus untuk mendekap kamera agar tidak dirusak,” jelasnya usai mendapat perawatan.

Atas ulah para suporter tersebut Hasan mengalami luka di kepala sebanyak lima jahitan serta memar-memar di bagian wajahnya.

Tidak cuman Hasan yang menjadi korban ulah tidak bertanggung jawab para Bonek. Hal serupa juga dialami oleh Hanif Supriyanto, 35, warga Wongo Kulon RT 3/RW VI, Sidowarno, Klaten. Tukang kayu di salah satu rumah industri mebel di Jalan Siwalan tersebut menjadi korban pelemparan oleh Bonek.

Selain mengakibatkan banyak korban jiwa, ulah para suporter ini juga menyebabkan kerusakan di beberapa fasilitas milik pemerintah, khususnya PT KAI. Di antaranya adalah pos jaga perlintasan KA yang terletak di Jalan Slamet Riyadi, Purwosari. Akibat lemparan batu para Bonek tersebut, kaca jendela pos jaga tersebut pecah dan rusak di semua sisinya.

m89

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…