Jumat, 22 Januari 2010 21:08 WIB Wonogiri Share :

Elevasi WGM masih jauh dari normal

Wonogiri (Espos)–Tinggi muka air atau elevasi Waduk Gajah Mungkur (WGM) terhitung sejak 1 Januari 2010 lalu hingga, Jumat (22/1) telah naik lebih dari satu meter. Namun demikian elevasi itu masih jauh dari pola normal yaitu 132,64 meter.

Data yang diperoleh Espos dari Perum Jasa Tirta I, kemarin pukul 09.00 WIB, elevasi WGM tercatat 130,51 meter. Artinya, untuk mencapai ketinggian muka air yang semestinya berdasarkan pola selama 10 tahun terakhir yaitu 132,64 meter, masih diperlukan sekitar 2,5 meter lagi atau sekitar 150 juta meter kubik air.

Koordinator Wilayah (Korwil) Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo, Suwartono, menyebut kondisi ini sebagai pola kekeringan. Agar tercapai pola normal, Suwartono mengusulkan dua alternatif solusi dalam sidang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKP SDA) di Solo, 29 Januari mendatang.

Kedua alternatif itu adalah mengatur pengeluaran air dari waduk secara bergiliran antara bagian barat dan timur.

“Hal itu memungkinkan untuk dilakukan tanpa menyebabkan kekurangan air di daerah hilir karena pada kenyataannya saat ini di daerah hilir, curah hujan juga mencukupi,” jelas Suwartono, saat dihubungi Espos.

Alternatif kedua yang akan diusulkan, lanjut Suwartono, adalah dengan menciptakan hujan buatan tepat di atas WGM. Hal itu akan dilakukan jika sampai menjelang akhir hujan, pola normal ketinggian muka air waduk tidak tercapai.

shs

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…