Jumat, 22 Januari 2010 13:13 WIB Ekonomi Share :

Butuh Rp 2 T beralih ATM ke kartu chip

Jakarta–PT Artajasa Pembayaran Elektronis sebagai salah satu institusi yang terlibat penyusunan standar kartu debet berbasis chip nasional memperkirakan seluruh perbankan nasional membutuhkan dana investasi sekitar Rp 2 triliun untuk mengganti semua ATM dan kartu debet berbasis chip.

Vice President Electronic Channel Departement Artajasa Zul Irfan mengatakan saat ini harga per unit ATM sebesar US$ 9.000-US$ 11.000 ribu, dan setiap kartu dihargai US$ 1-US$ 2.

“Biayanya memang cukup mahal karena memang kami ditekankan oleh Bank Sentral bahwa dalam penerbitan kartu berbasis chip tidak hanya bagi kelompok tertentu saja harus satu mesin semua kartu,” kata Zul Irfan ketika ditemui wartawan di Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (22/01).

Paket US$ 9.000-US$ 11.000 per unitnya untuk mesin ATM, sudah termasuk jenis ATM standar dengan alat pengamanan seperti adanya CCTV dan kelengkapan anti skimmer.

“Namun implementasi ini diperkirakan akan membutuhkan waktu yang cukup lama karena prosesnya tidak mudah dan rumit,” jelasnya.

Artajasa yang juga sebagai penyedia jaringan ATM Bersama masih memproses standar implementasi kartu debet berbasis chip dengan pihak perbankan.

“Kita saat ini masih berdiskusi dan memang diperlukan segala sesuatunya agar ada standar bakunya,” tuturnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…