Jumat, 22 Januari 2010 13:44 WIB Ekonomi Share :

BI panggil bank plat merah terkait pembobolan ATM


Jakarta–
Bank Indonesia (BI) memanggil bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himbara (Himpunan Bank-bank Negara) terkait kasus pembobolan ATM yang marak terjadi belakangan ini.

Pertemuan sedang berlangsung saat ini di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat (22/1). Menurut informasi yang didapat detikFinance, rencananya akan ada keterangan mengenai hasil pertemuan tersebut pada pukul 14.00 WIB.

Himbara akan ketemu dengan Deputi Gubernur BI Budi Rochadi dan juga dengan pihak pengawasan perbankan Bank Indonesia.

Sebelumnya BI pernah mengatakan ada 6 bank yang mengalami kerugian akibat pembobolan rekening nasabahnya lewat ATM. Dari 6 bank tersebut ada 2 bank BUMN yang menjadi korban yaitu BRI dan BNI.

BI juga mengklaim masalah pembobolan dana nasabah bank kini sudah bisa teratasi. Hingga Kamis (21/1/2010), sudah tidak ada tambahan kerugian akibat pembobolan dari bank.

“Dari laporan terakhir bank, sampai dengan hari ini tidak terdapat perubahan yang signifikan atas potensi kerugian material pada hari sebelumnya, yaitu sekitar Rp 5 miliar dari 4 bank,” jelas Kepala Biro Humas BI, Didi A. Johansyah dalam siaran persnya, Jumat (22/1).

BI juga telah memerintahkan bank untuk mengganti kerugian nasabah segera setelah proses verifikasi kerugian selesai dilakukan.

Sementara bank diminta mengganti kartu ATM nasabah yang dicurigai telah dicuri datanya dan melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat mengenai keamanan penggunaan kartu ATM. BI juga telah meminta bank untuk memeriksa dan mendeteksi serta meningkatkan keamanan mesin-mesin ATM dan EDC (Electronic Data Capture ) baik secara sistem maupun secara fisik atau lokasinya.

Sejumlah bank kemarin memang telah mempublikasikan kerugian yang diderita nasabah akibat aksi pembobolan yang diduga dilakukan sindikat internasional. Diantaranya adalah:

* BCA: 200 nasabah dibobol dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar

* BNI: 19 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 200 juta

* BRI: 3 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 48,5 juta.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…