Jumat, 22 Januari 2010 19:39 WIB News Share :

Bayi cacat multiple continental akhirnya meninggal

Grobogan (Espos)--Anak ketiga pasangan Ali Musapak, 29 dan Binti Muslimah, warga Dusun Mrico, Desa Lebak, Kecamatan Grobogan yang menderita cacat multiple continental saat dilahirkan, Senin (18/1) lalu, akhirnya meninggal dunia.

Humas Rumah Sakit Permata Bunda dr Budi Setiyawan, ketika dikonfirmasi membenarkan soal kematian bayi malang tersebut. “Kondisi bayi tersebut semakin memburuk setelah menjalani perawatan,” papar dr Budi Setiyawan kepada Espos, Jumat (22/1).

Setelah menjalani perawatan selama tiga hari, lanjut dr Budi Setiyawan yang akrab dipanggil dr Wawan ini, kondisi bayi dengan sejumlah cacat bawaan mulai memburuk Rabu (20/1) pagi.

“Sejak pukul 09.00 WIB, bayi tersebut sudah tidak mau minum susu. Perawat bahkan sempat mencoba memasukan susu melalui slang yang dimasukan ke mulut bayi, namun tetap saja tidak mau, sehingga kondisi bayi semakin memburuk,” ungkap dr Wawan.

Melihat kondisi tersebut tim medis RS Permata Bunda langsung melakukan sejumlah tindakan khusus untuk menangani bayi tersebut, dengan melakukan terapi. Namun karena asupan hanya melalui infuse, kondisi bayi tidak kunjung membaik, bahkan ketika dilakukan penanganan di ruang ICU tetap saja tak ada perkembangan yang menguntungkan.

Hanya saja segala upaya tersebut akhirnya harus berakhir, ketika sekitar pukul 18.15 WIB bayi malang tersebut menghembuskan nafas terakhirnya. “Dari pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya, penolakan cairan ke dalam tubuh dan kondisi yang semakin memburuk, karena didapati adanya kelainan pada organ tubuh bayi tersebut,” tutur dr Wawan.

Sebagaimana diketahui (SOLOPOS, 19/1), anak ketiga Ali Musapak ini lahir dengan pertolongan bidan desa, Senin pagi (18/1), dalam kondisi tidak normal. Kelainan yang diderita bayi dengan berat 2,2 kg saat dilahirkan, adalah kelainan pada jenis kelaminnya, Kemudian tidak memiliki dinding mulut bagian atas, sehingga bibir bagian atasnya berlubang. Jari tangan kanannya, jumlahnya tidak seperti anak manusia lainnya yang hanya lima. Namun di sebelah jari kelingkingnya tumbuh jari lagi yang menempel di jari kelingking. Sedang di tangan kirinya, ibu jari bayi tersebut menjadi satu dengan jari telunjuk.

rif

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…