Jumat, 22 Januari 2010 16:22 WIB News Share :

Bangunan bersejarah dibongkar, Forped BCB desak Pemkot terbitkan Perda


Salatiga (Espos)-
-Forum Peduli Benda Cagar Budaya (Forped BCB) mendesak DPRD dan Pemkot Salatiga untuk segera merumuskan peraturan daerah (Perda) untuk melindungi keberadaan BCB.
Selain itu, Pemkot juga diminta menyediakan anggaran untuk biaya perawatan BCB atau bahkan sampai upaya mengambil alih kepemilikan dengan membeli BCB tersebut.

Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekitar 30-an aktifis dari forum tersebut, Jumat (22/1) pagi.

Mereka berunjuk rasa sambil membawa spanduk-spanduk berisikan dukungan terhadap pelestarian BCB. Aksi mereka diawali dengan berkumpul di depan halaman depan bangunan eks-Kodim 0714/Salatiga.

Massa kemudian bergerak menuju Bundaran Tamansari dan melakukan orasi sebelum melanjut perjalanan menuju Gedung DPRD. Dalam perjalanan, masa membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Bangunan Cagar Budaya Salatiga.”

“Kami disini menuntut DPRD untuk segera berkordinasi dengan pihak terkait dengan adanya pembongkaran bangunan eks-Kodim dan segera menerbitkan Perda cagar budaya,” papar Mei Fandono, salah satu anggota Forbed BCB dalam orasinya di hadapan Ketua beserta wakil DPRD, Teddy Sulistyo dan Fathurrahman, serta anggota lainnya.

Menanggapi hal tuntutaan tersebut Teddy kembali menyatakan pihaknya terlebih dulu mengkaji duduk persoalan dengan mastikan status bangunan yang dipersoalkan tersebut.

Untuk memeperoleh kejelasan, pihaknya juga berencana untuk memanggil pemilik, PT NV Yogyakarta.

Selain menggelar demo, Forped BCB juga menggelar pentas wayang kontemporer di halaman Gedung DPRD malam harinya. Pentas tersebut dibawakan oleh Wayang Kampung Sebelah dari Solo. Pementasan ini diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap bangunan bersejarah di kota yang memiliki slogan Kota Hatti Beriman tersebut.

kha

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…