Kamis, 21 Januari 2010 12:17 WIB News Share :

YLKI minta bank pasang CCTV di semua ATM


Jakarta-
-Pasca pencurian dana nasabah bank di Bali, pihak bank harus terus meningkatkan pengawasannya. Pihak bank juga harus memasang CCTV di Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Itu dari dulu kita minta CCTV. Tapi alasan bank, nasabah pakai helm, jadi nggak ketahuan,” ujar Ketua YLKI Huzna Gustiana Zahir, Kamis (21/1).

Menurut Huzna, pihak bank berkewajiban mengamankan dana nasabahnya. Bank dapat mengawasi ATM apakah disusupi alat pencuri data nasabah yang dipasang di mulut ATM (skimmer) atau tidak.

“Mestinya kan setiap kali pihak bank memeriksa ATM, entah ambil atau masukin uang, mereka harus mengawasi agar alat mereka tidak disusupi,” kata Huzna.

Huzna menilai, dengan adanya pencurian dana nasabah di Bali itu, teknologi tidak berarti lebih aman. Dia melihat kini akses seseorang ke bank untuk berhadapan dengan petugas bank dibatasi. Contohnya pengambilan uang di bawah jumlah tertentu dilarang.

“Masyarakat kan sekarang didorong ke ATM. Sekarang sudah terbukti, ATM tidak bisa menjamin keamanan nasabah. Padahal bank harus menjamin hak nasabah,” imbuhnya.

Huzna menambahkan, pencurian uang di Bali baru ditindaklanjuti setelah dana nasabah hilang secara bersamaan. Mestinya celah pencurian seperti itu harus cepat diantisipasi.

“Entah tren telat atau belum massal. Karena mungkin kejadiannya banyak, ketahuan, baru kemudian ditindak,” sesal Husna.

Selama ini, lanjut Huzna, YLKI juga telah menerima aduan dari masyarakat atas kehilangan uang mereka di bank. Namun pihak bank berdalih transaksi dilakukan nasabah secara sah.

“Coba di cek ke kepolisian. Yang pernah masuk ke YLKI, dari catatan banknya transaksinya sah. Apalagi tidak ada dukungan CCTV,” tandas Huzna.

Sebelumnya, pencurian dana nasabah di Bali mencapai Rp 255,5 juta. Pencuri menarik uang secara bersamaan dari 15-19 Januari 2010. Menurut BI, 6 bank di Bali jadi korban pembobolan yaitu BNI, Mandiri, BCA, BRI, BII dan Bank Permata.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Orang Gila Gaya Baru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (13/2/2018). Esai ini karya Fajar S. Pramono, peminat isu sosial ekonomi dan alumnus Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah fajarsp119@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Belum hilang dari ingatan kita kasus penganiayaan atas diri…