Kamis, 21 Januari 2010 18:15 WIB News Share :

Warga Godong tolak pembangunan tower telepon seluler

Grobogan (Espos)--Merasa tidak pernah memberikan tanda tangan untuk izin lingkungan pendirian menara pemancar operator seluler Ceria, belasan warga RT 5 dan RT 7, RW III Desa Bugel, Kecamatan Godong, mengadu ke Komisi A DPRD Grobogan, Kamis (21/1).

Kepada anggota Komisi A, mereka berharap bisa dibantu penyelesaian masalah tersebut. Mereka juga dengan tegas menolak keberadaan menara pemancar yang sudah berdiri di lingkungannya.

“Kami juga sudah berkirim surat ke Bupati, agar Pemkab menyegel dan menghentikan beroperasinya menara pemancar tersebut yang pendiriannya tanpa seizin warga sekitar lokasi,” tegas juru bicara warga Desa Bugel, Eko Santoso.

Menurut Eko, di desa setempat juga ada menara pemancar milik XL. Keberadaannya pun membuat resah warga yang takut menara tersebut akan menimpa rumah warga. “Yang jadi masalah ada rekayasa tanda tangan warga seolah-oleh memberikan izin pendirian menara seluler tersebut,” ungkap Eko.

Oleh karena itu, Eko berharap Pemkab lebih selektif dalam pemberian izin. Sebab, selama ini, warga sekitar menara operator seluler Ceria, tidak pernah diajak bicara sebelumnya.
“Kami menengarai, komunikasi dari Sampoerna selaku pihak yang mendirikan menara seluler tersebut hanya melalui perorangan saja. Dikhawatirkan malah akan muncul masalah karena menggunakan cara premanisme,” terang Eko.

Memang pihak Sampoerna pernah mendatangi warga malam hari, namun tidak menunjukan izin HO hanya menunjukan IMB saja. Selain itu, hanya berbicara dengan salah satu ketua RT. “Kenapa hanya bicara dengan ketua RT bukan dengan warga, karena ini menyangkut warga dua RT,” tandasnya.

Menanggapi aduan warga Desa Bugel tersebut, Ketua Komisi A Lilik Pujianto berjanji akan secepatnya membantu penyelesaian masalah ini. Pihaknya juga siap mempertemukan pihak yang berkepentingan dan merasa keberatan dengan pendirian menara tersebut.

“Akan kita undang Kantor Perijinan, Kades, PT Sampoerna dan pemilih tanah, agar persoalannya jelas sehingga bisa segera dicarikan solusi yang tepat untuk aduan warga ini,” paparnya.

rif

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…