Kamis, 21 Januari 2010 18:39 WIB Sragen Share :

Ratusan warga geruduk Mapolsek Sukodono


Sragen (Espos)–
Ratusan massa menggeruduk Mapolsek Sukodono, Rabu (20/1) malam. Hal ini menyusul ditahannya salah satu warga, Putut, 17 yang diduga terlibat perkelahian saat menghadiri acara hajatan.

Informasi di lapangan menyebutkan acaran hajatan yang digelar Selasa (19/1) malam dengan dimeriahkan musik campursari ternyata berujung pada perkelahian antar warga. Parwanto, 19, warga Mondokan dengan kondisi mabuk akibat menenggak minuman keras (Miras) berteriak menantang salah satu warga.

Mendengar tantangan itu, Putut, yang sedang menabuh kendang di grup campursari langsung berdiri dan mendekati Parwanto. Putut yang juga dalam keadaan mabuk langsung menggelandang Parwanto keluar. Diduga saat berada di luar arena panggung itulah, Putut dan Parwanto terlibat perkelahian.

Hingga keesokan harinya, Rabu (20/1) orangtua Parwanto tak terima dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukodono. Dalam pengaduannya disebutkan, korban mengalami benjol di kepala yang diduga akibat dipukul Putut. Mendapat laporan, petugas Polsek Sukodono langsung menjemput Putut, untuk dibawa ke Polsek guna dimintai keterangan.

Beberapa jam kemudian ratusan warga Sukodono langsung menggeruduk dan mengepung Mapolsek Sukodono. Pengepungan Mapolsek terus berlangsung sampai Kamis (21/1) dinihari, bahkan massa terus semakin bertambah. Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari SH bersama Wakapolres Kompol Beny Bawansel, didampingi Kasatreskrim AKP Y Subandi langsung datang ke Mapolsek Sukodono.

Beberapa saat kemudian sekitar pukul 00.30 dinihari, Putut dibebaskan. Setelah itu, ratusan massa berangsur-angsur bubar, meninggalkan Mapolsek Sukodono. Kapolres AKBP Drs Jawari kepada wartawan mengatakan, kedatangan massa hanya untuk menanyakan perkembangan kasus penganiayaan yang dilaporkan ke polisi. Sejauh ini polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan saksi-saksi atas kasus tersebut.

“Kondisi sekarang sudah kondusif setelah saya jelaskan permasalahannya. Tidak benar massa ingin merusak Mapolsek. Mereka datang tanpa teriak-teriak,” tegas Kapolres.

isw/trh

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…