Kamis, 21 Januari 2010 18:58 WIB News Share :

Ratusan buruh di Semarang demo tolak AC-FTA

Semarang (Espos)–Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Semarang (Gerbang) menggelar demonstrasi menolak perdagangan bebas Asean-China Free Trade Agreement (AC-FTA) yang berlaku muali tahun 2010.

Aksi yang dipusatkan di Kantor Gubernur Jateng Jl Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (21/1) mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Semarang Selatan dan Polwiltabes Semarang.

Namun mereka tak bisa masuk ke dalam gedung, karena diadang petugas yang membuat barisan pagar betis di depan pintu gerbang dan menutup pintu itu.

Koordinator Gerbang, Nanang Setyono dalam orasinya menyatakan pemerintah Indonesia belum siap untuk melaksanakan ACFTA, sehingga kalau dipaksakan berdampak buruk bagi kalangan buruh.

“Bila ACFTA tetap dipaksakan, maka akan terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap buruh,” katanya.

Pasalnya lanjut ia, industri dalam negeri seperti tekstil dan produk tekstil (TPT) tidak akan mampu bersaing dengan produk dari China, dalam harga penjualan di pasar. Harga produk China jauh lebih murah dibandingkan produl lokal.

Akibatnya industri terancam gulung tikar atau melakukan efisiensi tenaga kerja dengan melakukan PHK besar-besaran terhadap pekerja/buruh.

“Untuk itu Gerbang menolak diberlakukan ACFTA, karena jelasĀ  merugikan buruh,” tandas Nanang.

Dalam tuntutannya Gerbang yang terdiri dari organisasi buruh seperti DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN), Federasi Serikat Buruh Independen (FSBI), Jaringan Kerja Buruh (Jarikebu), Perhimpunan Solidaritas Buruh, LBH Semarang, FNPBI, Federasi Serikat Pekerja Kahutindo, FNPBI juga menolak segala bentuk PHK.

Wakil Ketua DPRD Jateng Bambang Sadono dan anggota Komisi D, Khayatulmaki yang menemui pengunjuk rasa menyatakan mendukung tuntutan buruh.

Menurut Bambang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng secara resmi juga telah mengirimkan surat kepada Menteri Perdagangan meminta penundaan AC-FTA.

“Pak Gubernur tadi pagi mengirimkan surat kepada Menteri Perdagangan meminta penundaan AC-FTA,” ujar dia disambut tepuk tangan para buruh.

oto

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….