Kamis, 21 Januari 2010 13:58 WIB News Share :

Puluhan rumah di Cilacap terendam banjir

Cilacap–Puluhan rumah di Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hingga Kamis siang masih terendam banjir yang terjadi sejak Rabu (20/1) malam akibat hujan lebat.

Puluhan rumah tersebut berada di Desa Gunungreja, Kecamatan Sidareja dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter di beberapa ruas jalan.

Seorang ibu rumah tangga warga Desa Gunungreja RT 01 RW 01, Sukarti (50) mengatakan, banjir yang terjadi sejak Rabu malam merupakan yang pertama selama musim hujan ini.

Kendati demikian, kata dia, banjir kali ini tidak sebesar yang terjadi pada musim hujan tahun lalu.

“Ketinggian air di dalam rumah saat banjir tahun lalu mencapai satu meter, sedangkan semalam hanya setinggi garis itu,” katanya, sembari menunjukkan bekas rendaman air setinggi 40 cm yang menggaris pada dinding rumah.

Meskipun ketinggian air di dalam rumahnya sekitar 20 cm, dia bersama suami, Samingan (55), dan lima anggota keluarga lainnya belum berniat mengungsi.

Menurut dia, keluarganya akan mengungsi jika hujan lebat kembali mengguyur wilayah ini karena kemungkinan air banjir akan semakin tinggi.

Sementara anak Sukarti yang tinggal satu rumah dengan orang tuanya, Lili Liyanti (20), mengaku kerepotan karena anaknya yang baru berusia 26 hari, karena menangis terus-menerus sejak datangnya banjir.

“Mungkin karena kedinginan, jadi dia menangis terus,” kata dia yang belum berniat mengungsi.

Secara terpisah Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Umum Kecamatan Sidareja, Edi Kurniawan mengatakan, banjir yang terjadi sejak Rabu malam merendam sekitar 350 rumah yang tersebar di empat desa.

Empat desa yang dimaksud adalah Desa Sidareja (khususnya Dusun Cikalong, bukan Desa Cikalong), Desa Gunungreja, Desa Sidamulya, dan Desa Tegalsari.

Ia mengatakan, ketinggian air di dalam rumah saat banjir tersebut terjadi mencapai 70 cm.

Menurut dia, ada sembilan kepala keluarga di Dusun Cikalong (Desa Sidareja) yang sempat mengungsi tetapi sekarang telah kembali ke rumah mereka masing-masing.

“Banjir di sebagian besar wilayah tersebut kini telah surut. Hanya saja di sebagian wilayah Desa Gunungreja masih terendam banjir,” katanya.

Selain disebabkan hujan lebat di Sidareja, kata dia, banjir tersebut akibat luapan Sungai Cibereum yang tak mampu menampung pasokan air dari sejumlah anak sungai sehingga masuk melalui saluran-saluran air di perkampungan.

Ia mengatakan, jika hujan lebat kembali mengguyur wilayah ini dikhawatirkan banjir akan datang lagi dan luas genangan semakin bertambah.

Menurut dia, dari 10 desa di Kecamatan Sidareja, tujuh di antaranya merupakan daerah rawan banjir.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…