Kamis, 21 Januari 2010 23:41 WIB Sragen Share :

Kemelut internal DPC PD Sragen memanas


Sragen (Espos)–
Sebanyak 13 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat (PD) sama sekali tidak gentar menghadapi DPC Partai Demokrat, Jumat (22/1).

Belasan PAC yang menuntut transparansi keuangan partai siap berembug bersama di kantor DPC PD dan menjelaskan buruknya koordinasi antara PAC dengan DPC selama ini.

Demikian ditegaskan Ketua PAC Sukodono yang juga bertindak sebagai koordinator penuntut adanya transparansi dana partai, Suram Mustofa saat berlangsung acara Silaturahmi 13 PAC di Sukodono, Kamis (21/1).

Hadir dalam acara yang digelar tepat pukul 12.00 WIB, seluruh ketua PAC yang mendesak adanya sikap keterbukaan manajemen keuangan dari pimpinan DPC PD Sragen. Berbagai unsur yang mengikuti kegiatan yang bernuansa santai tersebut, yakni PAC Sukodono, PAC Gemolong, PAC Kalijambe,  PAC Sambungmacan, PAC Kedawung, PAC Tangen, PAC Sambirejo, PAC Miri, PAC Sumberlawang, PAC Jenar, PAC Mondokan, PAC Sidoharjo dan PAC Tanon.

“Kegiatan kali ini dihadiri seluruh ketua PAC yang ada. Maksud kami baik dan disini kami hanya menginginkan sebuah transparasi, tidak lebih dari itu. Hari ini sebagian besar dari kami sudah mendapatkan undangan via SMS dari DPC. Kami akan memenuhi panggilan itu dan akan maju terus,” jelasnya saat ditemui Espos di Sukodono, Kamis (21/1).

Dia mengatakan, munculnya desakan transparansi penggunaan keuangan kali ini merupakan bentuk perhatian PAC terhadap seluruh elemen Partai Demokrat. Sehingga, sudah sepantasnya segera ditampung dan dipenuhi DPC.

Perlu diketahui juga, desakan seperti ini murni dari masing-masing PAC. Jadi, tidak ada yang menunggangi aksi kami,” terang dia.

Hal senada juga dijelaskan Ketua PAC Kalijambe, Sugeng Sutrisno. Desakan pimpinan DPC PD Sragen agar bersikap transparan di bidang keuangan merupakan hal wajar yang diinginkan masing-masing PAC.

pso

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…