Kamis, 21 Januari 2010 19:48 WIB News Share :

Gubernur tolak pemekaran kabupaten/kota

Semarang (Espos)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyatakan tidak akan memberikan izin persetujuan adanya pemekaran kabupaten/kota, karena dinilai lebih banyak minusnya daripada positif.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo kepada wartawan di Semarang, Kamis (21/1) menanggapi adanya usulan pemekaran beberapa kabupaten/kota.

Seperti diketahui masyarakat Kabupaten Banyumas pernah mengusulkan pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Banyumas dan Kota Purwokerto. Terakhir masyarakat Cilacap juga mengajukan usulan pemekaran wilayah kepada DPRD setempat.

“Saya tak akan menyetujui rencana pemekaran kabupaten/kota. Lebih baik tetap seperti sekarang ini,” kata Gubernur.

Jumlah kabupaten/kota di Provinsi Jateng sekarang sebanyak 35 daerah.

Lebih lanjut, Bibit menyatakan pemekaran suatu wilayah membutuhkan dana besar guna menjalankan roda pemerintahan, misalnya membiayai aparatur birokrasi, dan lainnya.

Bila kemudian daerah pemekaran tersebut mengalami kendala masalah dana, maka Pemprov harus memberikan bantuan untuk menjalankan pembangunan di daerah itu.

“Nantinya malah anggaran dana Pemprov banyak tersedot habis untuk membantu daerah pemekaran,” tandasnya.

Gubernur menambahkan alasan tak menyetujui pemekaran wilayah demi kesejahtaraan masyarakat Jateng.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Abdul Fikri Faqih menyatakan Gubernur sebaiknya tak tergesa-gesa melakukan penolakan usulan pemekaran wilayah.

Semestinya, sambung anggota Dewan dari FPKS ini, sebelumnya Gubernur melakukan penolakan memerintahkan pejabat Pemprov terkait melakukan penelitian terlebih dahulu.

oto

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…