Kamis, 21 Januari 2010 16:09 WIB News Share :

Gubernur
Bandara A Yani tak akan dipindah

Semarang–Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo memastikan bahwa Bandara Ahmad Yani Semarang tidak akan dipindah ke wilayah Kendal atau Demak.

“Kami akan melanjutkan rencana pemindahan terminal penumpang ke lokasi yang baru, sesuai kebijakan Gubernur sebelumnya,” kata Bibit di Semarang, Kamis (21/1).

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berinvestasi cukup besar untuk pengembangan bandara Ahmad Yani, termasuk rencana pemindahan terminal penumpang.

Karena itu, lanjut dia, keberadaan bandara ini tidak perlu pindah ke wilayah Kendal atau Demak.

Selain memerlukan dana besar, kata dia, realisasi pembangunan bandara baru justru akan memakan waktu lama.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah Kris Nugroho menuturkan, proses pengembangan Bandara Ahmad Yani akan dimulai tahun ini.

Pada 2010, kata Kris, pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara mengucurkan dana sekitar Rp29 miliar untuk pemasangan sejumlah instrumen penerbangan serta perbaikan gorong-gorong.

Menurut dia, peningkatan berbagai sarana dan prasarana pendukung ini dilakukan sebelum pengerjaan inti proyek bandara berupa pemindahan terminal.

Selain itu, kata dia, peningkatan kualitas ukuran ketebalan landasan juga telah selesai dilakukan, dari sebelumnya pavement classification number 44 menjadi 55.

Dengan ketebalan landasan sebesar ini, kata dia, Bandara Ahmad Yani sanggup didarati pesawat berbadan lebar.

ant/fid

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…