Kamis, 21 Januari 2010 20:14 WIB Solo Share :

Dokter optimistis si kembar siam bisa dipisahkan

Solo (Espos)–Bayi kembar siam pasangan suami istri Agus Dwi Prasetyo, 24, dan Priyantini, 30, dinyatakan dalam kondisi stabil. Kedua bayi itu saat ini berada di ruang perinatology intensive care unit (PICU). Agar nyaman, suhu udara pada bayi itu dibuat 36,5-37 derajat celcius. Selain itu, mereka mendapat asupan gizi melalui selang infus yang berisi cairan glukosa dan beberapa zat lain untuk menjaga ketahanan tubuh.

“Belum bisa diberi air susu ibu (ASI). Apalagi pakai dot,” kata ketua tim dokter yang menangani kedua bayi tersebut, dr Pudjiastuti SpA, dalam keterangan pers di ruang sidang I RS Moewardi, Kamis (21/1).

Menurut Pudji, sebelum bayi siam itu dirujuk ke Moewardi, kondisinya sangat kritis. Setelah timnya mengadakan penelitian lebih lanjut, rupanya saat lahir bayi itu kekurangan oksigen.
Ia juga memastikan, sebelum bayi itu dilahirkan, air ketuban si ibu sudah pecah.

“Lama antara pecahnya ketuban dan kelahiran 18 jam,” kata Pudji.

Ia juga menyatakan, bayi itu hanya delapan bulan dalam kandungan. Lantaran kondisinya parah, berat badan kedua bayi itu juga minim. Masing-masing bobot bayi itu 2,2 kg.

“Jumlah leukositnya menurun,” kata Pudji.

Penurunan leukosit, lanjut Pudji, karena infeksi ketika kelahiran. Salah satu penyebab infeksi antara lain ketuban yang pecah.

“Itu hanya terjadi pada salah satu bayi. Sedangkan bayi kedua belum diteliti lebih lanjut. Kami menundanya hingga besok.”
Setelah dilakukan scan, terlihat bayi siam itu memiliki dua jantung dan dua liver. Hanya, dinyatakan Pudji, livernya menempel. Usus kedua bayi itu juga normal.

m87

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…