Rabu, 20 Januari 2010 11:06 WIB Hukum Share :

Uang nasabah BCA di Bali raib capai ratusan juta rupiah

Jakarta--Hingga kini belum ada kejelasan tentang raibnya sejumlah uang nasabah BCA di Bali. Namun, berdasarkan pengalaman dan hasil analisis kasus sebelumnya, aksi ini diduga dilakukan oleh sebuah sindikat pencuri ATM.

“Menurut saya masih social crime. Pencurian di mesin ATM,” kata Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Ahmad Deni Daruri saat berbincang lewat telepon, Selasa (19/1) malam.

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengintip PIN para pengguna ATM sebelumnya. Tidak hanya itu, kadang pelaku juga menyimpan alat untuk mengkopi kartu ATM para nasabah.

“Saya juga pernah kejadian, ada orang di belakang kita mengikuti kita, mengintip pin. Pagi-pagi tahu keluar transaksi aneh,” jelasnya.

Untuk itu, para nasabah diimbau lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi di ATM. Terutama saat menekan nomor PIN. “Sebelum masukin kartu, cek dulu apakah ada alat mengkopi di dalamnya,” tambahnya.

Lalu bagaimana kejadiannya bisa serempak? “Bisa jadi sebuah sindikat, di ATM sana atau ATM sini. Pernah kejadian juga ada grup kejahatan itu. Polisi pernah menemukan,” tutupnya.

Para nasabah Bank Central Asia (BCA) di Kuta dan Denpasar mengadu ke polisi. Uang di rekening mereka berkurang padahal mereka tidak pernah bertransaksi sebelumnya.

Uang nasabah yang lenyap antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Lenyapnya uang nasabah diduga terjadi secara serentak, hanya dalam rentang waktu antara 16-19 Januari 2010. Total angka kerugian nasabah mencapai hingga ratusan juta rupiah.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…