Rabu, 20 Januari 2010 17:11 WIB Klaten Share :

Suami punya WIL, istri pilih gantung diri

Klaten (Espos)–Suprihatin, 44, ditemukan tewas gantung diri di kamar rumahnya Dukuh Gupolo Desa Cucukan Kecamatan Prambanan, Klaten, Selasa (19/1) sore. Diduga, korban frustasi karena suaminya mempunyai wanita idaman lain (WIL).

Informasi yang dihimpun Espos, Rabu (20/1) menyebutkan, kejadian nahas itu kali pertama diketahui Yunganto, 25, anak tunggal korban, sekitar pukul 17.00 WIB. Kala itu, Yunganto hendak menghidupkan lampu kamar milik ibunya. Namun, saat lampu menyala, dirinya dikagetkan dengan sosok ibunya menggantung di dalam kamar. Korban menggantung dengan menggunakan seutas tali sepanjang dua meter.

Seketika itu, Yunganto langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Tidak lama kemudian, warga sekitar berdatangan ke rumahnya.

Kepala Desa Cucukan, Heru Pramana yang turut menurunkan korban mengatakan, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena mengetahui suaminya mempunyai WIL. Menurutnya, sebelum nekat mengahiri hidupnya, korban terlihat sering murung sendiri.

“Akhir-akhir ini korban memang sering merenung. Suaminya yang bekerja sebagai sopir itu diduga mempunyai WIL. Suaminya tidak pulang dalam waktu yang cukup lama. Bahkan ketika dikabari istrinya telah meninggal, suaminya tetap tidak bisa pulang,” papar Heru.

Heru mengaku tidak tahu tentang kabar yang terjadi sebenarnya. Menurutnya, saat kerabat korban menghubungi suaminya via telepon, yang mengangkat justru seorang wanita.

m82

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…