Rabu, 20 Januari 2010 01:32 WIB Solo Share :

Soal bantuan banjir, Warga bantaran hadang Menteri PU di Lor In


Solo (Espos)-
-Warga bantaran Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon seperti tak pernah surut memperjuangkan tuntutannya. Kali ini, mereka nekad mengadang menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto yang tengah singgah sementara di Hotel Lor In Colomadu Karangnyar.

Dalam aksinya itu, mereka mempertanyakan kembali garis sempadan di Sungai Bengawan Solo yang menurut mereka, tak sesuai peraturan dan mengancam tempat tinggal mereka.

Informasi yang digali Espos, Selasa (19/1), aksi warga bantaran dimulai sejak Senin (18/1) malam. Mereka semula mengejar Djoko Kirmanto ke kuliner Galabo Gladak.

Namun, upaya mereka tak membuahkan hasil lantaran Djoko telah meluncur ke Hotel Lor In Colomadu terlebih dahulu. Warga pun tak surut. Mereka yang hanya berjumlah empat orang itu pun akhirnya meluncur ke Hotel Lor In. Lagi-lagi, upaya warga bantaran pun kandas. Petugas pengamanan menteri tak memberi izin lantaran Djoko Kirmanto tengah istirahat.

“Akhirnya kami, diminta menuliskan tuntutan kami pada selembar kertas. Katanya, nanti akan disampaikan ke Pak menteri,” ujar koordinator warga bantaran, Agus Sumaryawan kepada Espos.

Esokannya, Selasa (19/1) pagi sekitar pukul 06.15 WIB, warga kembali meluncur ke Hotel Lor In dengan harapan bisa menemui langsung Menteri DJoko Kirmanto. Setiba di lokasi, upaya mereka tak berjalan mulus. Mereka kembali berurusan dengan pengawal menteri dan sejumlah intel dari kepolisian Karanganyar.

“Ketika kami tengah menjelaskan kepada pengawal, Pak Menteri mengetahui kami dan kami diminta masuk,” jelasnya. Dalam pertemuan dengan menteri PU, warga mengadukan tiga persoalan yang menimpa warga bantaran selama ini.

ketiga persoalan tersebut ialah soal bantaun banjir yang belum mereka terima. Kedua, soal garis sempadan yang ditetapkan pemerintah sepanjang 35 meter mereka nilai tak adil. Persoalan terakhir ialah soal munculnya sikap diskriminasi yang menimpa warga bantaran akhir-akhir ini. “Kami minta Pak Djoko ikut menyelesaikannya. Kalau tidak, kami akan mengadu ke Presiden,” ancam Agus.

Kasi Operasional dan Pemeliharaan (OP) Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Ruhban Ruzziatno yang mendampingi Menteri Djoko Kirmanto menjelaskan, bahwa tuntutan warga bantaran tersebut akan segera ditindaklanjuti. Namun, kata Ruhban, Menteri Djoko Kirmanto mengarahkan agar warga memilih keselamatan mengingat tanah bantaran adalah kawasan tadah air. “Pak Menteri minta agar hal itu diselesaikan baik-baik dengan Pemkot setempat,” ujar Ruhban saat dimintai konformasi. Dialog hanya berlangsung singkat karena Menteri Djoko Kirmanto akan melanjutkan perjalannya.

asa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…