Rabu, 20 Januari 2010 14:42 WIB News Share :

Pendaki hilang di Gunung Cikuray belum ditemukan

Garut--Tim pencari pendaki yang hilang, Reni Komalasari(18), di gunung Cikuray kabupaten Garut, Jawa Barat, mengagendakan melakukan evaluasi kegiatan selama enam hari pencarian dan penyisiran di kawasan yang beradius 60 kilometer persegi (60 Km2).

“Evaluasi itu dilakukan menyusul telah dilaksanakannya penyisiran pada sejumlah lokasi baru, oleh ratusan pencari dari berbagai komponen¬† termasuk beberapa kelompok pecinta alam setempat,” tegas Kasatserse Polres Garut AKP Oon Suhendar dari Posko kampung Pamoyanan (1.296 mdpl) kepada ANTARA, Rabu.

Pencarian hari ini akan terus berlanjut hingga Kamis (21/1), kemudian setelah itu akan dilakukan evaluasi dengan seluruh komponen yang ikut serta termasuk Basarnas, Gegana, Brimob, Bataliyon 303 SSM Cibuluh serta Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung “WANADRI”.

Pecinta alam asal Tangerang Banten itu, sebelumnya diduga kuat tersesat dan jatuh dari tebing berketinggian ratusan meter di puncak “Bayangan” (Bohong) gunung Cikuray (2.600 mdpl), namun setelah dilakukan pelacakan masih belum terlihat tanda-tanda ditemukan.

Kondisi cuaca yang cepat berubah,  merupakan kendala utama pencarian itu karena cuaca cerah bisa mendadak tertutupi kabut tebal disertai hujan deras, sehingga menghalangi jarak pandang.

Kasatserse berharap dengan dilakukan evaluasi tersebut bisa diperoleh solusi, karena selama ini telah mengerahkan berbagai daya dan upaya dengan kemampuan yang semaksimal mungkin.

Sementara itu warga disekitar gunung Cikuray antara lain Nandang(35), mengemukakan bahwa selama ini warga setempat sering  menemukan macan tutul yang turun hingga kaki gunung yang berbatasan dengan pemukiman penduduk.

Dari Garut dilaporkan seorang warga kelurahan Sukajaya, kecamatan Tarogong Kidul, Syarifah(35), hingga Rabu siang masih belum diketemukan meski upaya pencarian terus dilakukan oleh pihak keluarganya, karena sejak Sabtu (16/1) pergi dari rumahnya tanpa meninggalkan pesan.

“Dia memiliki tahi lalat di dagu berpostur kurus dengan tinggi 153 cm berkulit sawo matang dengan rambut sebahu, mengenakan kemeja warna biru,” ujar Ny Anih, ibu kandungnya.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…