Rabu, 20 Januari 2010 08:26 WIB Ah Tenane Share :

Ngebut, benjut!

20koploJon Koplo, warga Desa Pelem, yang bekerja di sebuah pabrik garmen di Boyolali ini biasanya kalau berangkat dan pulang kerja diantar istrinya, Lady Cempluk, dari rumah menuju jalan raya, tempat pemberhentian angkuta dari arah Simo menuju Banyudono. Maklum, mereka hanya memiliki satu sepeda onthel yang dipakai bergantian.
Ndilalah pada suatu hari Jon Koplo pulang agak gasik. Kalau biasa shift sore pulang pukul 24.00 WIB, tapi malam itu sekitar pukul 22.00 WIB Koplo sudah pulang karena kerjaan lagi sepi.
Sampai di pemberhentian angkuta, Koplo thengak-thenguk lama sekali sambil menunggu jemputan sang istri. Namun karena tidak betah nunggu, ia berinisiatif meminjam sepeda onthel milik Tom Gembus, kenalannya yang tinggal tak jauh dari tempat itu.
Singkat cerita, setelah mendapat pinjaman sepeda, Koplo langsung ngebut pulang dengan sepeda tanpa lampu itu. Sementara Lady Cempluk yang merasa sudah saatnya menjemput sang suami juga tergesa-gesa nggenjot  sepeda onthel-nya menuju tempat Jon Koplo biasa menunggu.
”Wah, Mas Koplo pasti sudah menunggu nih, aku harus ngebut,” batin Cempluk.
Nah, karena selak kesusu-nya itulah sebuah malapetaka terjadi. Di sebuah tikungan tajam yang gelap, sepeda Cempluk berpapasan dengan sepeda lain dan… mak gabrusss… tabrakan pun tak terhindarkan.
”Haduh biyuuung…! Sapa iki, numpak pit kok yak-yakan!” teriak Cempluk sambil memegang kepalanya yang benjut akibat terjatuh.
Di saat yang sama, Jon Koplo juga misuh-misuh, ”Haduh, tobat tenan! Ngerti dalan menggok kok ngepit tanpa direm!” Keduanya pun mentheng-mentheng saling menyalahkan. Namun setelah sadar siapa lawan bicaranya, kedua pengendara sepeda itu malah diam kamitenggengen dan saling tuding, ”Lho, kok kowe…?!”
Mendengan suara tabrakan, warga sekitar pun berdatangan ingin menolong. Namun mereka justru heran karena kedua korban sudah bangun sendiri dan pulang bersama-sama.
”Mboten napa-napa kok, Pak. Niki bojo kula dhewe…” jelas Koplo yang malah disambut dengan gelak tawa warga. Kiriman Sholeh Hadi S, Gagak Sipat RT 03/RW III, Ngemplak, Boyolali

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…