Rabu, 20 Januari 2010 14:30 WIB Sport Share :

Jateng siapkan Rp 637 juta bonus atlet SEA Games

Semarang–KONI Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dana Rp 637 juta lebih untuk bonus atlet yang menyumbangkan medali kepada kontingen Indonesia pada SEA Games XXV/2009 di Laos.

Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Provinsi Jawa Tengah, Harri Nuryanto di Semarang, Rabu (20/1) mengatakan, bonus tersebut akan dibagikan kepada atlet Jateng pada pekan depan atau minggu terakhir Januari 2010.

Menurut dia, bagi peraih medali emas akan mendapat bonus Rp 30 juta, kemudian perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 10 juta, sedangkan untuk pemecah rekor SEA Games mendapat tambahan bonus Rp 10 juta dan pemecah rekor nasional mendapat tambahan Rp 5 juta.

Kemudian untuk cabang olahraga beregu, kata dia, untuk peraih medali emas Rp 15 juta, medali perak Rp 7,5 juta, dan perunggu Rp 5 juta.

Untuk pelatih yang mengantarkan atletnya meraih medali, kata dia,juga mendapat bonus.

“Saya belum tahu besarannya tetapi yang jelas ada yang mendapat Rp 30 juta seperti Alwi Mugiyanto (pelatih atletik), Rp 25 juta (pelatih bulu tangkis), Rp 15 juta (pelatih renang), pelatih sepak takraw dan silat masing-masing mendapat Rp 10 juta,” katanya.

Pada pesta olah raga multievent antarnegara Asia Tenggara di Laos, Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga dengan 43 emas, 53 perak, dan 74 perunggu. Dari jumlah medali emas yang direbut tersebut 23 persen berhasil direbut atlet Jawa Tengah dari cabang olahraga atletik, tenis lapangan, bulu tangkis, judo, dan renang.

Suryo Agung Wibowo dan Trianingsih dari cabang olahraga atletik berhasil menyumbangkan empat medali emas (masing-masing dua emas). Suryo Agung untuk nomor 100 dan 200 meter, sedangkan Trianingsih untuk nomor lari 5.000 dan 10 ribu meter.

Bahkan untuk nomor lari 100 meter, Suryo Agung Wibowo berhasil memecahkan rekor SEA Games karena pelari asal Solo tersebut berhasil mencapai garis finish dengan catatan waktu 10,17 detik sedangkan rekor lama adalah 10,25 detik.

Dengan keberhasilan ini, ayah dua orang putri itu sudah dapat dipastikan akan mendapat bonus Rp 70 juta dari KONI Jawa Tengah, hal yang sama juga akan diterima Trianingsih.

Pelari klub Lokomotif Salatiga tersebut mendapat dua medali emas ditambah memecahkan rekor SEA Games untuk nomor lari 10 ribu meter dengan catatan waktu 32 menit 49,47 detik.

Catatan waktu tersebut lebih dari rekor lama atas nama atlet Indonesia Supriati Sutono yang telah bertahan selama delapan tahun dan diciptakan di SEA Games Kuala Lumpur 2001 lalu.

Kemudian Agus Prayogo juga menyumbangkan satu medali emas dari nomor lari 10 ribu meter, kemudian Dwi Ratnawati mendapat satu emas dari nomor spesialisnya lempar cakram.

Cabang olahraga judo juga menyumbangkan satu medali emas untuk kontingen Indonesia melalui Kresna Bayu untuk nomor 100 kilogram putra setelah pada babak final mengalahkan Pui Seng Wee dari Singapura dengan nilai ippon.

Cabang olahraga renang, atlet Jateng Guntur Pratama Putra juga menyumbangkan medali emas melalui nomor 4X100 meter gaya ganti putra bersama dengan Indra Gunawan, Glenn Victor, dan Triadi Fauzi, bahkan untuk nomor ini berhasil memecahkan rekor SEA Games dengan catatan waktu 41,72 detik.

Untuk cabang olah raga tenis lapangan, Lavinia Tananta berhasil menyumbangkan medali emas setelah mengalahkan rekan senegaranya, Ayu Fani Damayanti. Kemudian dari cabang olah raga bulu tangkis juga menyumbangkan medali dari nomor beregu.

ant/fid

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…