Rabu, 20 Januari 2010 22:11 WIB Karanganyar Share :

Jalan tembus Tawangmangu – Magetan ambrol

Karanganyar (Espos)–Jalan tembus Tawangmangu – Magetan, Jawa Timur, di Dukuh Dawuhan Kelurahan Blumbang, ambrol  akibat guyuran hujan deras di wilayah setempat, Kamis (14/1). Hal itu diduga dipicu struktur tanah urugan di lokasi jalan yang cukup labil.

Informasi yang dihimpun Espos di Tawangmangu, Rabu (20/1), menyebutkan jalan tembus Karanganyar–Magetan itu ambrol sepanjang sekitar 10 meter. Selain itu di sisi utara dan selatan lokasi jalan yang ambrol muncul retakan baru dengan panjang mencapai 40 meter.

Di bahu jalan bagian timur, keretakan tersebut bahkan mencapai ukuran lebar mencapai 50 centimeter (cm).

Petugas Dinas Bina Marga Provinsi Jateng yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jalan Tembus Tawangmangu – Magetan, Eddy Sutarno, menjelaskan jalan di lokasi tanah urugan memang lebih rawan ambrol jika dibandingkan di titik-titik lain yang merupakan galian. Itu sebabnya, ujar dia, di tempat yang ambrol sebelumnya dipasang perkuatan timbunan atau geogride.

“Sebenarnya sudah benar konstruksinya. Pelaksana juga telah memasang geogride untuk perkuatan di titik-titik timbunan. Namun karena resapan air dan tiang pancang geogride, jalan akhirnya retak dan ambrol,” jelasnya ditemui wartawan di sela-sela meninjau lokasi.

Eddy memaparkan, air buangan dari sisi kanan dan kiri jalan menjadi persoalan tersendiri di jalan tembus Tawangmangu–Magetan yang masih dalam tahap pengerjaan tersebut. Hal itu menyusul keterbatasan ruang milik jalan (Rumija) di beberapa titik, dari idealnya sekitar 30 meter, saat ini hanya tersedia sekitar 13 – 15 meter.
Kondisi itu menurutnya mengakibatkan konstruksi jalan tidak bisa dibuat miring ke arah luar guna membuang air ke sisi samping di kanan-kirinya.

“Rumija dengan ukuran itu masih sangat kurang, sehingga struktur jalan tidak bisa dibuat miring dan aliran air buangan mengikuti arah jalan. Dampaknya adalah air meresap ke bawah lapisan aspal dan seringkali menimbulkan kerusakan seperti terjadi saat ini. Karena itu sebagai upaya antisipasi, kami aka meminta kepada Bupati Karanganyar untuk menyediakan lahan tambahan,” ujarnya.

Terkait kerusakan jalan tembus Tawangamangu – Magetan tersebut, Eddy menyatakan masih menjadi tanggungan PT Margo Tresno Karya (MTK) asal Semarang selaku rekanan pelaksana proyek. Hal itu, kata dia, mengingat keberadaannya hingga saat sekarang masih dalam masa pemeliharaan.

try

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…