Rabu, 20 Januari 2010 21:11 WIB Solo Share :

Honor panitia Pilkada November-Desember belum dibayar

Solo (Espos)--Kendati tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) telah dimulai sejak hampir tiga bulan lalu, honor bagi panitia penyelenggara urung dibayarkan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo telah mengajukan dana sekitar Rp 1,2 miliar, namun belum cair.

Ketua KPU Solo, Didik Wahyudiono mengatakan pihaknya telah mengajukan pencairan dana KPU untuk operasional selama triwulan pertama sebesar Rp 4,2 miliar, termasuk dana untuk honor panitia sebesar Rp 1,2 miliar tersebut.

Namun, hingga saat ini dana tersebut belum cair. Didik mengaku masih ada perbedaan pandangan mengenai proses pencairan dana. KPU menginginkan dana dicairkan langsung per triwulan, namun Pemkot Solo meminta pengajuan dana dilakukan per bulan. Hal itu, sebutnya, menyulitkan KPU.

“Kami sudah ajukan per triwulan, Rp 4,2 miliar. Kalau sudah cair, honor bagi panitia bulan November dan Desember yang nilainya Rp 640-an juta, bisa segera dibayarkan. Soal harus per bulan, teknisnya itu sulit, misalnya kalau ada kegiatan di akhir bulan sampai awal bulan,” papar Didik, saat ditemui wartawan, di Balaikota, Rabu (20/1).

Anggaran penyelenggaraan Pilkada Solo untuk KPU sendiri berasal dari hibah APBD kota. Anggaran senilai Rp 8,2 miliar itu digunakan untuk melaksanakan tahapan Pilkada, mulai dari honor petugas pendataan pemilih yang pekerjaannya dilakukan akhir 2009, hingga pelantikan walikota dan wakil walikota Solo.

tsa

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…