Rabu, 20 Januari 2010 13:00 WIB Solo Share :

Hardono pimpin DPD II Golkar Solo

Solo (Espos)–Hardono terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar (DPD PG) Kota Solo periode 2010-2015 melalui Musyawarah Daerah Muda VIII, Selasa (19/1), di Hotel Grand Setiakawan Solo.

Hardono memperoleh empat suara dari delapan suara yang ada, atau unggul satu suara dari calon lainnya, Kusraharjo.

Delapan suara tersebut terdiri atas lima pimpinan kecamatan (PK) masing-masing Banjarsari, Pasar Kliwon, Serengan, Jebres, Laweyan, kemudian satu suara DPD I PG Jawa Tengah, satu suara Ormas sayap, dan satu suara Ormas pendiri dan yang didirikan. Namun pada saat pemilihan, Ormas sayap menyatakan diri abstain.

Sebelum penetapan calon, musyawarah sempat tersendat oleh interupsi soal tata tertib (Tatib) pemilihan ketua DPD. Dalam Tatib disebutkan, calon minimal berpendidikan D3. Sebagian peserta menyoal ijazah Kusraharjo yakni SLTA yang diloloskan oleh steering comitee (SC), yang diketuai Bandung Joko Suryono.

Terkait dengan hal itu, Suaefi Jusar selaku wakil DPD I Jateng mengatakan berdasarkan Juklak 01/DPP PG/2009, calon ketua incumbent bisa ikut dalam pencalonan asal ada rekomendasi dari DPP.
“Aturan DPP ini melekat, sehingga meski hanya lulusan SLTA, tetapi jika calon tersebut adalah incumbent dan mendapat rekomendasi DPP, beliau bisa ikut,” kata dia.

Tak berhenti di situ, peserta menyayangkan tidak disampaikannya SE tersebut pada saat pembuatan Tatib. Namun meski pendapat pro dan kontra masih terlontar, pada akhirnya disepakati Kusraharjo lolos sebagai calon.

alo

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…