Rabu, 20 Januari 2010 17:40 WIB News Share :

Di'cium' KA, Warga Karangrayung tewas

Grobogan (Espos)--Sukini bin Rasidi, 19, warga Dusun Jipang RT 5, RW II, Kecamatan Karangrayung, tewas tertabrak kereta api (KA) Kerta Jaya jurusan Surabaya-Jakarta, Selasa (19/1) pukul 20.10 WIB di Dusun Krasak, desa setempat.

Informasi yang diperoleh Espos menerangkan,  perempuan berusia 19 tahun tersebut sehari sebelumnya meninggalkan rumah tanpa pamit ke keluarganya. Korban yang mengalami depresi sejak tiga bulan lalu itu sempat dicari keluarganya.

Sebenarnya, korban pernah menjalani perawatan di RS Jiwa Semarang dan sudah mulai membaik. Namun sehari sebelum kejadian, korban kembali kambuh sehingga pergi dari rumah tidak pamitan ke keluarganya.

Menurut sejumlah warga, sore hari korban memang sempat terlihat berjalan di Dusun Krasak. Diduga malam itu korban hendak pulang ke rumahnya. Hanya saja korban pulang dengan cara berjalan di tengah rel kereta api yang melintasi Desa Mojoagung.

Saat korban berjalan menyusuri rel, warga sempat melihat sorot lampu KA dan berusaha memperingatkan Sukini. Hanya saja teriakan warga dan lambaian tangan agar korban segera minggir, tidak dihiraukan.

Akibatnya korban yang masih tetap berjalan menyusuri rel akhirnya tertabrak kereta api Kerta Jaya jurusan Surabaya-Jakarta yang dimasinisi Bunafik, 44 warga Pasar Turi Surabaya yang saat itu melaju cukup kencang.

Tubuh gadis dengan tinggi badan 158 cm dan berkulit putih serta berambut panjang  ini begitu tertabrak KA sempat terseret sejauh 300 meter dari lokasi kecelakaan. Bahkan karena begitu kerasnya hantaman KA, tubuh korban langsung terpotong menjadi tiga bagian.

Menurut saksi, Ali Musafak, 46, warga Desa Mojoagung, korban sempat diperingatkan warga setempat untuk segera pergi dari rel KA tersebut. Bahkan masinis sudah berulangkali membunyikan tanda, namun korban tidak menghiraukan.

Camat Karangrayung Mundakar menjelaskan, dari hasil pemeriksaan petugas korban tewas akibat tertabrak KA Kerta Jaya dan tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

rif

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…