Rabu, 20 Januari 2010 14:00 WIB Ekonomi Share :

Dampak AC-FTA, Industri baja nasional rugi Rp 3,78 triliun


Surabaya–
Proyeksi kerugian industri baja nasional mencapai Rp3,78 triliun sepanjang tahun ini, terkait dibukanya keran perdagangan bebas AC-FTA (“ASEAN China Free Trade Agreement”)  per 1 Januari 2010.

“Industri baja nasional rawan terhadap masuknya komoditas tersebut dari luar negeri, khususnya China. Apalagi, investasi di sektor ini dapat menyusut sampai 25 persen akibat FTA,” kata Direktur Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka (ILMTA) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, di Surabaya, Rabu (20/1).

Menurut dia, kerja sama perdagangan itu juga diprediksi meningkatkan ekspor produk baja China ke Indonesia secara signifikan.

“Estimasi kenaikannya 170,76 persen dibandingkan kinerja ekspor baja China ke pasar nasional pada tahun lalu sebanyak 554.000 ton,” ujarnya.

Mengenai imbas AC-FTA saat ini, ia mengaku, belum ada dampak negatif yang muncul. Apalagi, pemberlakuannya masih beberapa hari lalu.

“Namun, sebaiknya kini pemerintah memberikan perlindungan terhadap keberlangsungan kinerja industri baja nasional. Hal tersebut yang harus kita upayakan bersama,” paparnya.

Menanggapi kondisi itu, “Co-Chairman Iron and Steel Industries Association/IISIA”, Irvan Kamal Hakim menyarankan, pemerintah harus segera menyiapkan konsep dan mekanisme penerapan bea masuk antisubsidi (BMAS) terhadap produk baja impor dari China.

“Upaya tersebut karena selama ini pemerintah China diyakini telah mempraktekkan sistem subsidi kepada para pengusaha baja dalam negerinya,” katanya.

Ia mencontohkan, China sudah menerapkan sistem subsidi itu berupa “tax rebate (potongan pajak)”  antara sembilan hingga 14 persen.

“Untuk itu, kita sebaiknya jangan mau dibohongi. Pemerintah harus mau bernegosiasi ulang untuk membahas penerapan BMAS,” ucapnya menegaskan.

ant/isw

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…