Rabu, 20 Januari 2010 11:39 WIB News Share :

Bali jadi tuan rumah Festival Tari Perut Asia

Denpasar– Bali menjadi tuan rumah rangkaian festival tari perut bertajuk “Asian Belly Dance Festival 2010” yang dijadwalkan berlangsung 25 – 28 Februari mendatang di Ayodya Resort, kawasan wisata Nusa Dua.

Felix Rusli, salah seorang panitia di Denpasar, Rabu (20/1) menjelaskan, Bali sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah yang memberikan makna pertukaran budaya se-Asia tersebut.

“Festival ini merupakan suatu rangkaian kegiatan dari ‘belly dance’ yang sudah sangat mendunia. Para penari ‘belly’ se-Asia akan berkumpul, melakukan lokakarya, parade budaya, atraksi tari, kompetisi, bincang-bincang (talkshow) dan bazar,” katanya.

Pada kegiatan yang digelar hasil kerja sama “Magnificent 9 Production” dengan “Hareem Queen Belly Dance” Jakarta itu akan menghadirkan sang maestro “belly dance” dunia, Jiliana dari Amerika Serikat.

“Jiliana akan menjadi juri dalam kompetisi ‘belly dance’ tersebut, sekaligus instruktur dalam salah satu lokakarya. Selain itu Jiliana juga akan menampilkan pertunjukan ‘belly dance’ teatrikal dan kolosal yang pertama kalinya di Indonesia,” kata Direktur Magnificent 9 Production itu.

Menurut Felix, maestro tari perut Indonesia, yaitu Suzanna Hutabarat-Tibble, dari Hareem Queen Belly Dance juga akan hadir. Suzanna sekaligus menjadi ketua umum pelaksanaan kegiatan festival tari perut yang berasal dari Timur Tengah itu.

Peserta dari 15 negara sudah menyatakan mendukung dan telah mendaftarkan diri. Negara asal peserta selain Indonesia adalah Singapura, Filipina, Malaysia, Taiwan, Vietnam, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang, India, Thailand, China dan Korea Selatan.

ant/isw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…