Rabu, 20 Januari 2010 15:43 WIB News,Kesehatan Share :

Anak korban sodomi mudah terangsang


Jakarta–
Anak-anak yang menjadi korban perilaku seks menyimpang seperti sodomi cenderung menjadi mudah terangsang.  Fenomena ini secara psikologis biasa disebut mengalami sexualization of behavior.

Demikian dikatakan Psikolog Forensik dari Universitas Bina Nusantara Jakarta, Reza Indragiri Amriel,  Rabu (20/1).

Menurut Reza, anak-anak yang menjadi korban akibat terpapar pada seks usia dini kerap mengalami trauma yang wujudnya tidak selalu berbentuk perilaku dan emosi depresif atau agresif.

“Terpapar pada aksi seksual pada usia dini dapat mengakibatkan anak mengalami sexualization of behavior. Konkretnya, anak kemudian dapat dengan mudah mengasosiasikan berbagai objek dengan sensasi keterangsangan seksual,” ungkapnya.

Reza mencontohkan jika saat melihat air, anak-anak korban ini bisa jadi terangsang untuk melakukan onani atau masturbasi. Saat melihat binatang, anak jadi terpancing untuk bereksperimentasi secara seksual. “Saat stres, anak ‘mengatasinya’ dengan lagi-lagi melakukan tindakan seksual,” imbuhnya.

Sexualization of behavior, kata Reza, saat ini masih belum banyak dipahami oleh masyarakat, bahkan para profesional. “Perilaku serba-seks, betapapun demikian, tidak dapat serta-merta disimpulkan sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh seks. Karena toh motifnya bisa saja bukan seks. Kompleks, memang,” ujarnya..

Untuk memulihkan kondisi kejiwaannya, anak-anak yang mengalami reaksi depresif, agresif, dan sexualization of behavior  dapat diberikan terapi. “Treatment yang terfokus pada modifikasi kognisi-behavioral (pikiran dan perilaku). Mereka dibimbing untuk sadar akan hakekat perilaku mereka, dan secara gradual dilatih agar mampu memutus mata rantai antara syahwat dan aksi,” terang Reza.

kcm/isw

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…