Rabu, 20 Januari 2010 19:55 WIB Solo Share :

7 Dokter spesialis tangani bayi kembar siam

Solo (Espos)–Bayi kembar siam, Dewi Sri Lestari dan Devi Sri Lestari, anak pasangan Agus Dwi Prasetyo, 24, dan Priyantini, 30, belum ditangani secara medis oleh dokter di RS dr Moewardi.

Dewi dan Devi dilahirkan di RS Dr Oen Sawit, Boyolali pada pukul 03.20 dini hari. Kedua bayi mungil itu, oleh dokter setempat dirujuk ke RS dr Sardjito atau RS dr Moewardi. Setelah mempertimbangkan berbagai hal, keluarga memutuskan untuk merujuk kedua bayi itu ke Moewardi.

Kedua bayi itu tiba sekitar pukul 17.30 WIB di Moewardi dan langsung ditempatkan di ruang Perinatology Intensive Care Unit (PICU). Agar terhindar dari infeksi, maka si kembar siam ditempatkan di kotak inkubator.

Menurut Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas RS dr Moewardi, Mulyati, penanganan medis tidak serta merta dilakukan dokter lantaran eksekusi operasi menyangkut nyawa bayi kembar tersebut.
“Menyangkut organ dalamnya juga,” kata Mulyati saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/1) siang.

Hingga pukul 12.00 WIB, beberapa dokter yang akan menangani Dewi dan Devi masih rapat. Tim dokter direncanakan terdiri dari tujuh bidang spesialisasi yakni spesialis anak, bedah anak, jantung anak, anestesi, radiologi, patologi klinik hingga bedah plastik. Ketua tim dokter adalah dr Pudjiastuti SpA.

Sementara itu, tim dokter belum bisa memberikan keterangan lantaran belum ada rencana operasi dan penanganan medis apa pun. Struktur organ dalam bayi siam itu belum dapat diketahui.
“Belum tahu apakah jantungnya satu atau dua, paru-paru dan hatinya bagaimana, juga belum diketahui,” jelas Mulyati.

Yang bisa disampaikan, kata Mulyati, hanya kondisi secara kasat mata kedua bayi perempuan itu, yakni bagian dada dan perut keduanya masih menempel. Selain itu, tali pusat bayi yang masing-masing berbobot 2,2 kg itu hanya satu.
“Tangan dan kakinya masih normal,” ujar Mulyati.

Pihak keluarga yang diwakili mertua Priyantini, Sunarno, 51, berharap kedua cucunya itu bisa diselamatkan. Sementara ayah kedua bayi itu, Agus, pulang untuk mengurus jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) di Desa Kepanjen, Klaten. Sementara sang ibu bayi masih tergolek di RS Dr Oen Sawit.

m87

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…