Selasa, 19 Januari 2010 11:59 WIB Internasional Share :

Prancis kritik keras peran dominan AS di Haiti

Paris–Seorang menteri Prancis mengkritik peran Amerika Serikat (AS) di Haiti pascagempa dahsyat pekan lalu. Dia mendesak PBB untuk menyelidiki peran dominan AS di negeri miskin Karibia itu.

Ditegaskan Menteri Kerjasama Prancis Alain Joyandet, upaya bantuan internasional adalah soal membantu Haiti, bukan “menduduki” negara itu.

“Ini soal membantu Haiti, bukan soal menduduki Haiti,” cetus Joyandet pada radio Prancis seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Selasa (19/1).

Militer AS saat ini mengendalikan bandara Port-au-Prince yang cuma memiliki satu landasan pacu yang masih berfungsi dan digunakan dalam operasi bantuan. Kendali AS atas bandara Haiti itu telah menuai protes negara-negara lain.

Sebelumnya 250 warga AS diterbangkan ke Pangkalan Angkatan Udara McGuire di New Jersey, AS dengan menggunakan tiga pesawat militer dari Haiti. Pasukan AS awalnya melarang warga negara Prancis dan Kanada menaiki pesawat-pesawat itu. Namun kemudian mereka dibolehkan naik setelah diprotes oleh pejabat-pejabat pemerintah Prancis dan dan Kanada.

Dicetuskan Joyandet, dirinya berharap PBB membuat keputusan mengenai bagaimana pemerintah-pemerintah asing bekerjasama di Haiti. Dia berharap akan mendapat kejelasan menyangkut perang AS di Haiti.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton telah menyatakan, pemerintah AS tak punya niat mengambil alih kekuasaan dari pemerintah Haiti. “Kami bekerja untuk mendukung mereka, bukann untuk menggantikan mereka,” tegas Hillary.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…