Selasa, 19 Januari 2010 23:23 WIB Solo Share :

Kasus bantuan Persis, kerugian negara capai Rp 2 miliar

Solo (Espos)–Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Poltabes Solo mengklarifikasi dua staf Inspektorat Solo dalam kasus dana bantuan APBD 2007 untuk Persis Solo, Selasa (19/1).

Dua staf dari instansi yang dulu bernama Bawasda itu adalah Joko Sularko dan Marnyta. Mereka tiba di Poltabes Solo sekkitar pukul 09.00 WB dan langsung menjalani pemeriksaan di Satreskrim.

Joko Sularko diperiksa dalam keterkaitan dirinya dengan adanya pemeriksaan bersama antara Inspektorat dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng terhadap penggunaan dana bantuan APBD 2007 untuk Persis Solo. Diketahui, Joko merupakan salah satu anggota tim pemeriksaan bersama itu.

Sedangkan Marnyta merupakan staf Inspektorat Solo yang mengurusi surat menyurat instansi tersebut. Penyidik membutuhkan keterangan dari Marnyta terutama mengenai adanya surat permintaan pemeriksaan bersama antara Inspektorat dengan BPKP ke Walikota Solo.

Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo didampingi Kanit Tipikor AKP Sugeng Dwiyanto mewakili Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto mengatakan polisi ingin menelusuri surat masuk dan keluar di instansi itu terutama mengenai masalah pemeriksaan bersama yang dilakukan tim auditor BPKP dan Inspektorat.

Dari pemeriksaan bersama itu memang terungkap adanya dugaan penyimpangan di antaranya, belum dibayarnya pajak penghasilan (PPh), kontrak pemain dan kelebihan pembayaran bagi pelatih dan pemain asing. Bahkan sudah ada dugaan kerugian negara senilai Rp 2 miliar dalam kasus itu.

dni

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…