Selasa, 19 Januari 2010 10:30 WIB News Share :

Herman Sarens belum ditahan

Tangerang–Sudah hampir 23 jam, Brigjen (Purn) Hermans Sarens Sudiro belum juga berhasil dijemput paksa oleh Polisi Militer (POM) Kodam Jaya. TNI dan pihak Herman belum juga menemukan kesepakatan soal penahanan mantan Komandan Korps Mabes ABRI/Hamkam itu.

“Kemungkinan pukul 13.00 WIB, karena beliau minta ditunda lagi,” kata salah satu petugas intel di rumah kontrakan anaknya, Selasa (19/1).

Sejak Senin (18/1) kemarin pukul 09.00 WIB, puluhan POM berusaha menjemput paksa Herman, namun tidak berhasil sampai saat ini. Herman berada di Blok G5 no 18, cluster Vermont Parklane, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

Menurut intel yang lain, sebelumnya sudah terjadi kesepakatan hasil negosiasi Herman, pengacaranya dan TNI di sebuah kedai kopi di wilayah Serpong. Isinya, Herman bersedia dibawa pukul Selasa (19/1) pukul 10.00 WIB. Namun, akhirnya kesepakatan itu batal.

“Keluarga besar tadi malam berkumpul sampai ada yang nangis memohon untuk ditunda,” kata intel.

Berdasarkan pantauan rumah Herman tampak masih lengang tanpa aktivitas. Hanya sebuah mobil jenis Nisan Teana  B 297 RS  yang terparkir di garasi. Mobil mewah itu dihalangi oleh satu mobil petugas jenis Kijang untuk mencegah yang bersangkutan melarikan diri.

Sementara tiga POM masih bersiaga tepat di depan rumah dan puluhan lainnya, termasuk yang tak berseragam menyebar di sekitar perumahan tempat Herman tinggal. Belasan wartawan pun terpaksa menginap karena hanya diizinkan masuk sekali oleh pengamanan perumahan

dtc/isw

lowongan pekerjaan
dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…