gunarta.blogdetik.com
Selasa, 19 Januari 2010 18:16 WIB Sragen Share :

Harga beras di Sragen melambung tinggi


Sragen (Espos)–
Harga beras di pasaran wilayah Bumi Sukowati meningkat dari Rp 5.500/kg menjadi Rp 6.500/kg atau naik hampir 20% sejak dua pekan terakhir, lantaran pedagang kesulitan mendapatkan barang dari petani. Akibatnya, omzet para pedagang beras menurun, karena daya beli masyarakat juga turun.

Para pedagang meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen untuk melakukan upaya agar harga kebutuhan barang pokok, terutama beras tetap stabil. Salah seorang pedagang beras di Pasar Bunder, Budi, 35, saat ditemui Espos, Selasa (19/1), mengungkapkan, naiknya harga beras sebanyak Rp 1.000/kg dari harga penjualan semula terjadi sejak dua pekan lalu.

Menurut dia, kenaikannya sebenarnya mulai terjadi sejak menjelang Natal dan Tahun Baru lalu, namun kenaikan harganya tidak sedratis dua pekan terakhir ini.

”Beras yang paling buruk kualitasnya harganya mencapai Rp 4.500/kg, apalagi beras yang memiliki kualitas baik, seperti C64 mencapai Rp 6.000-an ke atas dan bramo mencapai Rp 7.000/kg” imbuh Budi.

Budi meminta kepada Pemkab Sragen supaya mengambil kebijakan untuk menstabilkan harga beras ini, agar tidak membebani masyarakat dan pedagang.

trh

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…