Senin, 18 Januari 2010 19:04 WIB News Share :

Tiga ruang kelas SDN 2 Jatipohon roboh, Siswa belajar bergantian


Grobogan (Espos)–
Buntut robohnya tiga ruang kelas di SD Negeri 2 Jatipohon, Kecamatan Grobogan, murid kelas I dan II sekolah tersebut terpaksa harus menjalani kegiatan belajar secara bergantian di rumah dinas penjaga sekolah, Senin (18/1).

Tidak hanya harus berbagi waktu belajar, murid kelas I dan II sekolah tersebut harus rela duduk berhimpitan. Karena ruangan di rumah dinas penjaga sekolah yang digunakan untuk kegiatan tersebut sangat sempit.

“Ya beginilah kondisinya, harus berhimpitan duduknya saat mereka harus mengikuti kegiatan belajar mengajar. Maklum ruangannya sempit,” jelas Hj Munti’ah, guru kelas I SDN 2 Jatipohon, kepada Espos, Senin.

Menurut Munti’ah, karena murid harus duduk berhimpitan maka otomatis mereka tidak bisa konsentrasi dalam mengikuti kegiatan belajar. Dikhawatirkan jika ruang kelas yang roboh tidak segera diperbaiki maka, prestasi belajar siswa akan menurun.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan, Sugiyanto SH menyatakan, perbaikan ruang kelas yang roboh di SDN 2 Jatipohon, Kecamatan Grobogan akan diprioritaskan.

Memang diakui, Sugiyanto, dana pendidikan di APBD 2010 lebih difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan. Demikian pula dana alokasi khusus (DAK) yang diterima Pemkab Grobogan di tahun 2010 senilai Rp 39, 3 miliar juga untuk peningkatan mutu pendidikan.

rif

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…