Senin, 18 Januari 2010 19:17 WIB Boyolali Share :

Tabrakan karambol, lima orang terluka

Boyolali (Espos)–Tabrakan karambol terjadi di Jalan Solo-Semarang, tepatnya di pertigaan jalan baru Kali Gentong, Mekarsari, Kecamatan Ampel, Senin (18/1) sekitar pukul 06.30 WIB. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi antara bus Safari H 1449 DC dengan tiga sepeda motor dan satu mobil pikup.

Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho melalui Kasatlantas AKP Sugandi SIK menuturkan kecelakaan lalulintas itu diduga disebabkan sopir bus yang lalai. Sebab, kata Kasat, sopir bus berusaha mendahului tanpa memastikan posisi aman untuk menyalip.

Sehingga, imbuhnya, atas kelalaian itu mengakibatkan kecelakaan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan yang lain.

“Kasus itu masih kami selidiki. Untuk sementara diduga sopir bus tidak hati-hati, mendahului dalam kondisi yang tidak aman. Untungnya tidak ada korban tewas,” ujar Kasat saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin.

Menurut Kasat, saat ini baik bus maupun kendaraan yang terlibat kecelakaan masih ditahan di Satuan Lalulintas untuk barang bukti.

Dikemukakan Kasat, lima orang pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

Kejadian bermula dari bus Safari yang dikemudikan warga Semarang, Hendro,30, melaju dari arah Semarang menuju Solo. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), bus berupaya mendahului sepeda motor Honda AD 5812 HS yang dikendarai warga Sukorejo, Candisari, Kecamatan Ampel, Hadi Rasno,60.

Korban Hadi lalu jatuh dan mengalami luka-luka, kemudian bus oleng ke kanan dan langsung menabrak sepeda motor Suzuki AD 2018 FM yang dikendarai warga Karanggondang Kali Gentong Kecamatan Ampel, Sri Patun, 40.

Laju bus tak juga berhenti dan terus menabrak sebuah pikup AD 1752 MM milik warga Tanjungsari Kaligentong Ampel, Wahyu,41.

Akibat benturan dengan bus, pikup tersebut terdorong ke belakang dan mengenai sepeda motor Honda AD 4373 V yang dikendarai mahasiswi asal Ledokmulyo Salatiga, Yuyun Afni Hardianti,19.

Akibat tabrakan beruntun itu lima orang luka-luka, yaitu tiga pengendara sepeda motor serta dua pemboncengnya. Kelima korban kemudian dilarikan ke RS Pandan Arang Boyolali. Empat orang mendapaat perawatan jalan dan diperbolehkan pulang, sedangkan korban Hadi masih dirawat intensif di rumah sakit.

nad

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…