Senin, 18 Januari 2010 16:59 WIB Ah Tenane Share :

Sok tahu

18ahtenaneNamanya juga cah enom, Seorang wirausahawan Solo bernama Jon Koplo dan pacarnya, Lady Cempluk yang mahasiswi di sebuah akademi di Kota Bengawan ini lagi seneng-seneng-nya dolan. Liburan semester lalu, mereka plesir di Tawangmangu, puter-puter sambil ngiras sate kelinci.

Pulangnya, Koplo coba-coba lewat jalan alternatif yang katanya ngliwati Astana Giri Bangun. Namun setelah berkilo-kilo berjalan mereka belum juga menemukan tempat dimaksud.
”Mas, dari tadi kok cuma lewat sawah? Astana Giri Bangunnya mana?” tanya Cempluk tidak sabar ingin melihat makam mantan Presiden RI itu.

”Sabar ta Dik, ntar kalau sudah sampai kita mampir ke sana,” jawab Koplo. Cempluk cuma manthuk-manthuk.
Tiba-tiba sak klebat Jon Koplo menoleh, di sebelah kanan ada sebuah makam di atas bukit yang lumayan gede.
”Itu lho Dik, yang namanya Astana Giri Bangun,” ujar Koplo sambil menuju ke sana untuk sekadar berfoto-foto buat mengabadikan wajah-wajah nggumun mereka lewat kamera HP.

Setelah selesai mengambil gambar, ada seorang ibu warga setempat yang tampaknya curiga melihat mereka. Namun Koplo malah menyapa ibu itu.

”Maaf Bu, kami cuma mau ngambil foto makamnya mantan presiden kita ini. Kami ini kan generasi muda yang suka menghargai jasa-jasa beliau,” ujar Koplo sok pamer. Namun yang diajak omong malah ngguya-ngguyu sehingga Koplo pun langsung berpamitan lalu tancap gas melanjutkan perjalanan pulang.

Sesampai di sebuah pertigaan, di sana ada penunjuk jalan yang berbunyi ”Astana Giri Bangun 1 km lagi”. Koplo dan Cempluk hanya ndomblong membaca tulisan itu. Di situlah mereka pun baru menemukan jawaban kenapa ibu tadi senyam-senyum sendiri…

Kiriman Vitri Miyasari, Jl KH Saman Hudi No 98 Sondakan, Laweyan, Solo 57147

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…