Senin, 18 Januari 2010 18:10 WIB News Share :

Bank Century ditutup, bank lain kolaps


Jakarta–
Mantan Dirjen Pajak, Darmin Nasution mengatakan, ada beberapa bank akan kolaps apabila Bank Century ditutup.

“Kalau Bank Century ini dimatikan, yang paling besar kemungkinan terimbas ada dua atau tiga bank dan memang tidak berimbas langsung 23 bank. Jadi masuk dulu ketiga bank dan sudah cukup mengguncangkan 20 bank lain,” ujarnya dalam menjawab pertanyaan anggota panitia angket M. Toha dan Agus Sulistyono di gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Darmin yang juga diminta keterangannya sebagai Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga menjelaskan, uang LPS yang dipakai sebagai Penyertaan Modal Sementara (PMS) bukan merupakan keuangan negara.

“Dana cadangan penjaminan LPS bukan uang negara, bukan keuangan negara, itu secara neraca terpisah dari modal LPS, dan itu dari pembayaran premi perbankan yang digunakan sebagai fungsi LPS,” ujarnya.

Menurut dia, modal LPS sama sekali tidak terganggu meski sudah memberikan talangan sebesar Rp6,7 triliun dan Bank Century juga masih memiliki kesempatan untuk mengembalikan dana talangan.

“Bank ini masih punya kesempatan untuk mengembalikan apa yang digunakan dan saya juga tidak berani memastikan itu akan kembali namun di akhir cerita nanti berapapun kekurangannya tetap lebih murah daripada dimatikan banknya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, percaya kepada data-data Bank Indonesia dalam memutuskan apakah Bank Century perlu diselamatkan atau tidak.

“Yang sulit bukan apakah ada data atau tidak tapi alat untuk men-judgmentnya, jadi bukan masalah data itu valid atau tidak,” ujarnya.

Ketua Bapepam, LK Ahmad Fuad Rahmany juga menegaskan, ada semacam psikologi pasar yang mempengaruhi keputusan agar Bank Century diselamatkan karena dapat mempengaruhi kondisi di pasar modal.

“Dapat kami katakan, pasar modal berdasarkan indikator IHSG pada waktu itu bisa dikatakan dalam keadaan krisis,” ujarnya.

ant/isw

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…