Minggu, 17 Januari 2010 13:29 WIB News Share :

Julian
SBY tak perlu ke Pansus

Jakarta–Berbagai kalangan, termasuk mantan anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution, mendesak agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi keterangan di Pansus Angket Century. Desakan itu dianggap tidak perlu dilakukan sebab sikap Presiden SBY soal kasus Bank Century telah lama dipaparkan.

“Presiden telah berkali-kali menyatakan pendapat sebagai kepala negara. Intinya apa yang diambil oleh Gubernur BI dan Menkeu sesuai dengan UU yang berlaku,” kata Juru Bicara Presiden SBY bidang Dalam Negeri, Julian Aldrin Pasha, Minggu (17/1).

Julian memaparkan, masyarakat seyogianya tidak serta merta menganggap kebijakan tersebut keliru karena konteks pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi dan kondisi pada saat itu yang mengharuskan.

“Indonesia punya pengalaman krisis ekonomi 10 tahun lalu, maka kemudian kebijakan pemerintah terhadap Bank Century adalah untuk menyelamatkan situasi yang terjadi saat itu,” kata mantan Wakil Dekan Fisip UI ini menjelaskan.

Pihak-pihak yang meminta agar Presiden SBY datang memberi keterangan di Pansus Angket Century, lanjut Julian, seharusnya melihat kembali pidato SBY pada 23 November.

“Lebih pastinya, pihak-pihak yang menginginkan agar Presiden menyatakan sikapnya soal Bank Century sebaiknya melihat kembali pidato Presiden 23 November soal kasus Bank Century dan KPK,” katanya.

“Tentunya harus dilihat dulu dalam konteks dan urgensinya. Kita juga mendengar pernyataan Ketua Pansus Century, belum dilihat adanya urgensi pemanggilan. Jangan cuma melihat pendapat orang per orang,” ujarnya.

Jadi tidak benar Presiden seolah-olah membiarkan kasus ini bergulir? “Tidak benar sama sekali. Presiden sangat menghormati hukum. Biarkan proses ini berjalan di DPR,” pungkas Julian.

dtc/fid

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….