Sabtu, 16 Januari 2010 10:07 WIB Ekonomi Share :

Dua tahun terakhir, ekspor mebel terus anjlok

Solo (Espos)--Dalam jangka waktu dua tahun terakhir, realisasi ekspor mebel terus mengalami penurunan. Kondisi ini berbeda dengan dua komoditas unggulan lain yakni tekstik dan produk tekstil (TPT) dan batik yang justru mengalami kenaikan.

Dari surat keterangan asal (SKA) yang diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, realisasi ekspor mebel tahun 2007 sebesar 5.235.293,52 kilogram turun menjadi 4.340.172,47 kilogram pada 2008. Dan turun lagi pada 2009 menjadi 3.145.920,57 atau anjlok hingga 27,52%.

Untuk nilainya pun terus menurun dari US$ 11.970.810,99 menjadi US$ 9.154.571,55 dan turun lagi menjadi US$ 7.512.232,38.
Sementara itu, realisasi ekspor TPT tahun 2009 naik tipis dari tahun 2008 yakni dari 1.913.386,69 kilogram menjadi 2.129.509,58 kilogram.

Tetapi, nilainya mengalami penurunan dari US$ 22.715.295,94 menjadi US$ 22.413.636,67. Penurunan nilai ekspor yang cukup drastis terutama untuk produk mebel, disampaikan Kabid Perdagangan Disperindag Kota Solo, Eko Prajudhy, disebabkan karena masih terkena dampak krisis global tahun 2008. Tetapi, ditahun 2010 nanti kedua komoditas dagang unggulan Soloraya itu optimis bisa meningkatkan realisasi ekspornya, kendati kedua industri tersebut dihadang pasar bebas Asean-China Free Trade Area (AC-FTA).

Seperti yang disampaikan Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Soloraya, David R Wijaya. Optimisme ini disampaikan, karena pada triwulan IV tahun 2009, ekspor mebel terus mengalami perbaikan.

Sebelumnya, ia pun menyampaikan target kenaikan ekspor mebel tahun 2010 ini sebesar 10%. Terkait pelaksanaan AC-FTA, David menyampaikan bahwa produk mebel dalam negeri sudah biasa bersaing dengan produk China terutama di pasar global.

“Dan untuk menghadapi AC-FTA, industri mebel perlu mengembangkan produk dengan menggunakan bahan-bahan yang China tidak punya.”

Kabid Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Kota Solo, Nurul Umam S pun menyampaikan, terkait mulai membaiknya ekspor mebel di akhir tahun 2009. Yakni, sejak November-Desember. Tetapi, terkait pelaksanaan AC-FTA, Nurul meminta terutama pada kalangan industri TPT untuk tidak terlalu khawatir dengan serbuan produk China.

Karena, lanjut Nurul, dari Permenkeu No 235/PMK.011/2008 Tentang Penetapan Tarif Bea Masuk dalam Rangka AC-FTA, masih ada beberapa produk tekstil dan garmen dengan kode perdagangan tertentu, masih ada yang dikenai bea masuk berkisar 5%-15%.

haw

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…