Jumat, 15 Januari 2010 11:58 WIB News Share :

Kunjungan Wapres di Balikpapan dijaga ketat aparat


Balikpapan–
Sedikitnya 1.640 personil keamanan dikerahkan guna mengamankan kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Boediono ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengamanan yang sangat ketat ini dilakukan lantaran pemerintah tidak ingin kecolongan lagi pengalaman buruk di Gorontalo terulang.

Saat kunjungan kerja Wapres Boediono di Gorontalo, Jumat (15/1) pagi, massa demonstran yang menolak kunjungan Wapres ke provinsi tersebut merangsek mendekati tempat berlangsungnya acara.

Saat itu sempat terjadi benturan antara aparat keamanan dan massa demonstran. Tercatat sejumlah demonstran mengalami luka-luka akibat kenekatan mereka. Pihak keamanan dianggap kecolongan. Sebab, menurut prosedur tetap (protap), setiap aksi massa yang menolak kedatangan Wapres apalagi Presiden, jangan sampai mendekati ke lokasi dan disaksikan oleh dua pejabat tinggi negeri ini.

“Biasanya, kalau ada aksi demo, perjalanan Presiden atau Wapres dialihkan sehingga tidak melalui jalan itu dan  aksi demo itu sama sekali tidak diketahui oleh Presiden maupun Wapres,” ungkap seorang staf pengamanan sebagaimana dilansir dari Kompas.com.

Menurut informasi itu lagi, akibat peristiwa di Gorontalo, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah dan menginstruksikan Paspampres agar kejadian itu tidak terulang lagi menimpa Wapres apalagi dirinya. “Oleh karena itu, di Balikpapan, aparat tidak mau kebobolan lagi jika ada aksi demo mahasiswa di jalan. Mereka akan dikonsentrasikan di jalan tertentu dan jangan sampai mendekat ke pengamanan VVIP,” tambah sang petugas keamanan lagi.

Asal tahu saja, di antara 1.640 personil berseragam dan tidak berseragam, terdapat dua penembak jitu TNI-AD di setiap lokasi. Pengamanan sendiri difokuskan di sektor lokasi di Balikpapan yang dinilai strategis dan rawan.  Inilah yang dilansir Tribun Kaltim, Sabtu pagi ini, berdasarkan wawancara dengan Komandan Distrik Militer (Dandim) Balikpapan Letkol Rifki.

isw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…