Jumat, 15 Januari 2010 14:23 WIB News Share :

Jaksa Esther dipastikan dipecat

Jakarta–Jaksa Esther Tanak yang divonis Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dengan satu tahun penjara karena penggelapan 300 butir ekstasi, sudah dipastikan dipecat karena tidak mengajukan upaya banding.

“Sesuai peraturan kalau tidak mengajukan banding, maka akan dipecat,” kata Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), Hamzah Tadja, di Jakarta, Jumat (15/1).

Sebelumnya Kejagung menyatakan, pemecatan terhadap Jaksa Esther Tanak yang divonis Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dengan satu tahun penjara karena penggelapan 300 butir ekstasi, menunggu laporan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Jamwas mengaku sudah menerima laporan dari Kejati DKI Jakarta bahwa yang bersangkutan menerima putusan tersebut.

“Jaksa Eshter menerima putusan dan (Kejati DKI Jakarta) menerima juga putusan,” katanya.

Dikatakan, jika mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), maka yang bersangkutan (Esther Tanak) sudah bisa langsung dipecat karena terbukti melakukan tindak pidana.

“Kasus pidana yang melibatkan jaksa tidak perlu dibawa lagi ke Majelis Kehormatan Jaksa (MKJ) dan Badan Pertimbangan Kepegawaian (Bapeg) untuk melakukan pembelaan,” katanya.

Majelis hakin PN Jakut awal Desember 2009 juga memvonis bebas Jaksa Dara Veranita dalam kasus yang sama. Sedangkan petugas Polsek Pademangan Jakut Aiptu Irfan divonis satu tahun enam bulan sementara Junanto (pegawai lepas Polsek Pademangan) divonis satu tahun penjara.

Di bagian lain, Jamwas juga menyatakan, pada 2009 tercatat ada 22 jaksa yang dikenakan hukuman berat berupa pemecatan secara tidak hormat dan pemecatan secara hormat.

“Jumlah jaksa yang dipecat pada 2009 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Perbuatan tercela yang dilakukan para jaksa nakal tersebut antara lain pemerasan terhadap tersangka, kawin lagi, dan selingkuh.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…